-
PEMPROV KALTENG

Wagub: ASN dan PPPK Harus Hargai Pimpinan

71
×

Wagub: ASN dan PPPK Harus Hargai Pimpinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo menyampaikan pesan penting dari Gubernur H Agustiar Sabran kepada seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng, untuk wajib menjunjung tinggi sikap saling menghargai dalam dunia kerja.

Diingatkan, menghargai itu bukan hanya terhadap sesama, terhadap seangkatan atau rekan sejawat, tetapi juga menghargai pimpinan. Tidak hanya SOPD-nya, tetapi semuanya yang ada. Jadi ada rasa chemistry bukan hanya kepada rekan-rekan, kepada pimpinan, tetapi juga kepada tamu-tamu.

“Mari kita layani dengan baik. Tunjukkan bahwa kita sebagai abdi negara, abdi masyarakat yang profesional dan mengerti tugasnya,” katanya saat memimpin Upacara Peringatan Hari KORPRI ke-54 di Palangka Raya, Senin (1/12).

Edy juga mengingatkan bahwa pola pikir aparatur harus sejalan dengan kemajuan daerah dan perubahan zaman. Ia meminta agar budaya kerja lama yang tidak produktif segera ditinggalkan.

“Kita memiliki pola pikir yang baik untuk kemajuan daerah. Ini penting, bapak dan ibu. Jangan sampai pola-pola lama, acuh tak acuh, tidak rasa memiliki, dan tidak tahu pekerjaannya itu tersimpan di mana. Jangan sampai ada masyarakat yang mau berurusan, ketika datang menghadap kita, lalu dijawab ‘mohon maaf bukan bidang saya, bukan urusan saya’. Layani dengan baik. Satu kata: urusannya mari kita antar ke bagian ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kerja bukan hanya milik satu orang, tetapi hasil kerja seluruh tim.

“Di manapun kita bertugas, kita selalu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Pekerjaan kita bukan hanya milik Bapak Gubernur, bukan hanya milik Wakil Gubernur, bukan fasilitas, tetapi pekerjaan kita semua. Sukses itu adalah sukses kita semua. Kita bekerja dalam satu tim, bukan Superman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy meminta seluruh ASN dan PPPK memiliki karakter yang dapat dipercaya, disiplin, dan taat waktu.

“Karakter dapat dipercaya dan berintegritas ini penting sekali. Bentuk karakter yang baik, berbudi pekerti luhur. Sekali kita mencintai pekerjaan kita, insyaallah kita akan mendapatkan manfaatnya. Disiplin tata aturan dan taat waktu, tahu apa yang dikerjakan, dan memiliki inisiatif, sekali lagi ini penting,” katanya.

Di akhir arahannya, Edy mengapresiasi pelaksanaan apel yang berlangsung tertib dan rapi.

“Terima kasih semuanya telah mengikuti apel hari ini. Semuanya rapi, bagus, tidak kocar-kacir. Hanya ada satu dua yang mungkin merasa kepanasan, tetapi tidak apa-apa, ini masih jam yang memang mendapatkan vitamin supaya kita semua sehat. Sependapat, kita harus profesional,” tutupnya.

Pemprov Angkat 2.134 PPPK

Dari total 2.134 tenaga yang sebelumnya terdiri dari PPPK dan tenaga paruh waktu di lingkungan Pemprov Kalteng, seluruhnya kini resmi diangkat menjadi PPPK penuh. Penegasan tersebut disampaikan Wagub Kalteng Edy Pratowo, saat menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) PPPK, Senin (1/12).

Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan apresiasi sekaligus pesan penting kepada seluruh pegawai yang baru menerima SK. Ia menyebut para penerima SK merupakan sosok terpilih yang mendapatkan kepercayaan besar untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat.

“Dari 2,8 juta penduduk Kalteng, ada 2.134 orang yang dipercaya mengabdi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Ini adalah amanah besar yang harus dijaga,” ujarnya.

Edy menekankan agar seluruh PPPK menjaga etos kerja, disiplin, pola pikir, dan karakter yang baik dalam menjalankan tugas. Ia meminta seluruh pegawai bekerja secara kompak sesuai arahan pimpinan serta menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Bekerjalah dalam satu tim. Apa yang diperintahkan pimpinan harus dijalankan dengan baik. Hindari yang namanya KKN supaya kita bisa bekerja dengan nyaman,” tegasnya.

Selain itu, Wagub juga menegaskan larangan keras terhadap penyalahgunaan narkoba dan perjudian online. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan ancaman serius bagi pegawai dan pemerintahan.

“Bapak Gubernur sangat anti narkoba dan judi online. Jauhi itu semua,” pesannya.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan bahwa seluruh PPPK akan dinilai secara berkala oleh tim khusus, baik setiap satu tahun maupun lima tahun sekali. Ia mengingatkan bahwa penilaian bisa dilakukan kapan saja tanpa pemberitahuan, sehingga konsistensi kinerja dan integritas harus dijaga setiap waktu.

“Satu per satu kegiatan akan dinilai. Jangan salahkan pimpinan jika ada SK yang dicabut. Ini kesepakatan kita. Kalau ada masalah, biasanya karena kita sendiri tidak disiplin,” tegasnya kembali.

Di akhir sambutan, Wagub mengajak seluruh PPPK untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menunjukkan profesionalisme dalam bekerja.

“Selamat bekerja. Tunjukkan profesionalisme, hormati setiap tamu, dan layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. ldw

 

 

 

-
-
-