Hukrim

500 Massa Siap Geruduk PN Palangka Raya

33
×

500 Massa Siap Geruduk PN Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
500 Massa Siap Geruduk PN Palangka Raya
AKSI DAMAI-GDAN Kalteng bersama ormas dan paguyuban foto bersama setelah rapat. FOTO ISTIMEWA

Desak Vonis Maksimal Terdakwa Saleh

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sekitar 500 warga Palangka Raya yang tergabung dalam berbagai organisasi masyarakat dan paguyuban menyatakan siap menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya pada Jumat (12/12). Aksi tersebut bertujuan mendesak majelis hakim menjatuhkan vonis maksimal kepada Saleh, terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan peredaran narkoba di kawasan Ponton.

Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Sadagori Henoch Binti atau Ririen Binti, mengatakan aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk desakan moral agar hakim bersikap tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika. Ia menyebutkan, rapat pemantapan aksi damai telah digelar di Betang Hapakat pada Rabu sore dan dihadiri 31 perwakilan ormas dan paguyuban. Dari hasil konsolidasi itu, diperkirakan sekitar 500 peserta siap mengikuti aksi.

“Aksi ini dilakukan untuk mendesak majelis hakim berani menjatuhkan hukuman maksimal bagi terdakwa Saleh, gembong narkoba yang sudah lama meresahkan masyarakat,” tegas Ririen, Rabu (10/12).

Ia menambahkan, unjuk rasa yang dikoordinir GDAN ini merupakan wujud keprihatinan masyarakat atas maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Tengah. Menurutnya, hakim sebagai benteng terakhir pencari keadilan harus berani mengeluarkan putusan yang memberikan efek jera.

Di sisi lain, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Tengah Andi Bustan, yang turut hadir dalam rapat persiapan, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi damai tersebut. Ia menegaskan bahwa meski mereka bukan berasal dari suku Dayak, namun sebagai warga yang hidup di tanah Dayak, mereka berkewajiban ikut menjaga keamanan dan memerangi narkoba.

“Bersama GDAN, kami dari KKSS akan menurunkan puluhan warga Sulsel untuk mengikuti aksi di PN Palangka Raya,” ujar Andi, yang juga merupakan dosen di Universitas Palangka Raya. ist