Spirit Kalteng

Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya

41
×

Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya
HUMA BETANG- Pelaksaan Seminar Natal Nasional Tahun 2025 di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Jumat (12/12) pagi. FOTO/TABENGAN DIRMANTIO EVENDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kota Palangka Raya menjadi salah satu dari sembilan titik pelaksanaan Seminar Natal Nasional Tahun 2025 yang digelar Panitia Natal Nasional Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Jumat (12/12) pagi, dengan mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) serta subtema “Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah.”

Sejak pagi, suasana gedung tampak ramai. Peserta seminar mulai berdatangan mengenakan busana rapi dan sebagian menggunakan ornamen khas daerah.

Di halaman hingga masuk ke dalam gedung, para penari Dayak menyambut kehadiran tamu undangan dengan tabuh gendang yang menggema, menghadirkan nuansa adat yang hangat dan penuh penghormatan. Kursi peserta terisi hampir penuh oleh sekitar 350 peserta yang mengikuti acara dengan antusias.

Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya
HUMA BETANG- Pelaksaan Seminar Natal Nasional Tahun 2025 di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Jumat (12/12) pagi. FOTO/TABENGAN DIRMANTIO EVENDY

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kepresidenan RI, Perwakilan Panitia Nasional, Kakanwil Kemenag Kalteng, Uskup Keuskupan Palangka Raya, Ketua Panitia Lokal, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota, para Romo, Suster, Bruder, serta tokoh-tokoh gereja dan masyarakat.

Seminar menghadirkan pembicara nasional dan daerah, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari, Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI Sandra Mariyus Adip, Direktur Pendidikan Kristen Suwarsono, Kadis P3APPKB Kalteng Linae Victoria Aden, serta Rektor STIPAS Tahasak Danum Pambelum Fransiskus Janu Hamu.

Moderator Stephanus memandu seluruh sesi dengan ritme yang komunikatif, menjaga interaksi tetap hidup dan dinamis.

Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy, yang hadir mewakili Gubernur. Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai budaya lokal sebagai fondasi harmoni masyarakat.

Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya
HUMA BETANG- Pelaksaan Seminar Natal Nasional Tahun 2025 di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Jumat (12/12) pagi. FOTO/TABENGAN DIRMANTIO EVENDY

“Pemerintah Provinsi Kalteng mendukung penuh penyelenggaraan Seminar Natal Nasional ini. Nilai-nilai kearifan lokal, terutama falsafah Huma Betang, sangat relevan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang rukun, damai, dan maju,” tegasnya.

Ia berharap ada rekomendasi nyata yang bisa diterapkan untuk mewujudkan Kalteng yang berkah, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Nasional, Suwarsono, menyampaikan alasannya memilih Palangka Raya sebagai tuan rumah.

“Masyarakat Dayak memiliki tradisi gotong royong yang sangat kuat. Nilai ini menjadi dasar penguatan isu-isu kekeluargaan yang ingin kita dorong melalui seminar ini,” ujarnya.

Menurutnya, rangkaian seminar sebelumnya telah dilaksanakan di Bandung, Medan, dan Manado, sebelum tiba di Palangka Raya sebagai lokasi ketiga.

“Palangka Raya merupakan daerah yang ramah dan sangat kondusif. Semua umat Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Katolik hidup rukun. Ini yang membuat kota ini dipilih sebagai salah satu titik Seminar Nasional,” ucapnya.

Huma Betang Jadi Spirit Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya
HUMA BETANG- Pelaksaan Seminar Natal Nasional Tahun 2025 di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Jumat (12/12) pagi. FOTO/TABENGAN DIRMANTIO EVENDY

Salah satu pembiaca nasional, Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, menjelaskan pandangannya tentang suasana Natal di Kalteng.

“Natal di Palangka Raya selalu menyenangkan karena umat Kristiani di sini cukup banyak dan masyarakatnya sangat toleran. Filosofi umat Betang terasa kuat dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, bahwa suka cita Natal tidak hanya dirasakan umat Kristiani.

“Ini memang perayaan umat Kristiani, tetapi semua masyarakat Kalimantan ikut merasakan sukacitanya,” katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah program nasional Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan kedaulatan negara melalui ketahanan energi, pangan, dan pertahanan, peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan keadilan sosial, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga serta merawat harmoni antarumat beragama, sejalan dengan nilai luhur Huma Betang yang dijunjung masyarakat Kalteng. dte