Spirit Kalteng

Pengamanan Nataru Tanggung Jawab Bersama

51
×

Pengamanan Nataru Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini
Pengamanan Nataru Tanggung Jawab Bersama
CEK PASUKAN- Ratusan personel Polda Kalteng disiagakan dalam Operasi Lilin Telabang 2025 guna menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif selama perayaan Nataru, Jumat (19/12). FOTO ISTIMEWA/DIRMANTIO EVENDY

*Polda Kalteng Terjunkan 774 Personel

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Telabang Tahun 2025 di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Jumat (19/12) sore. Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kalteng.

Operasi Lilin Telabang merupakan agenda tahunan Polri bersama seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Lilin Telabang 2025.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada unsur TNI, Polri, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak terkait yang telah bersinergi mendukung operasi ini,” ucap Gubernur.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan solidaritas dan sinergi antarinstansi.

“Terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama kesuksesan sebuah operasi,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh personel agar menjaga kesehatan dan menjadikan tugas pengamanan sebagai kebanggaan dan ladang ibadah, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan, perayaan Nataru merupakan agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, berkumpul, dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Tengah,” ujar Iwan.

Ia menyebutkan, berdasarkan surat dari Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau meningkat sebesar 7,97 persen, setara dengan 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi dari BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya bencana alam,” katanya.

Kapolda menegaskan, situasi ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi dari seluruh personel pengamanan. Pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra, mulai dari pengamanan, pelayanan masyarakat, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan.

Sebanyak 774 personel dikerahkan dalam Operasi Lilin Telabang 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026. Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.

Dalam aspek kamtibmas, Polri bersama stakeholder telah melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan, baik di bidang keamanan, ketertiban lalu lintas, maupun ancaman lainnya yang dapat mengganggu kelancaran perayaan Nataru.

“Untuk menjamin pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman, pastikan setiap lokasi ibadah sudah disterilisasi dan libatkan organisasi kemasyarakatan keagamaan sebagai wujud toleransi antarumat beragama,” tegasnya.

Kapolda Kalteng menegaskan, pengamanan Nataru tidak semata berfokus pada pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga mengedepankan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, beribadah, maupun berwisata.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu kebutuhan masyarakat selama momentum libur akhir tahun.

Dalam operasi ini, Polda Kalteng mendirikan 55 pos pengamanan yang tersebar di berbagai daerah, terdiri dari 24 pos pengamanan, 17 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu. Seluruh pos tersebut difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat selama masa Nataru.

“Petugas di pos tidak hanya berjaga, tetapi juga siap membantu masyarakat, baik untuk tempat istirahat, pelayanan kesehatan, maupun membantu apabila terjadi kendala pada kendaraan,” ujarnya.

Selain fokus pada arus mudik dan balik, pengamanan juga diperketat di tempat ibadah, objek wisata, serta objek vital seperti bandara, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kapolda menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antarpetugas serta lintas instansi agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional dan humanis.

“Dengan soliditas dan kesiapan seluruh personel, kami berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalimantan Tengah dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ucapnya.

Polda Kalteng pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, demi terciptanya suasana yang aman dan damai di Bumi Tambun Bungai.

Terkait ancaman terorisme, Kapolda menekankan pentingnya deteksi dini dan langkah preventif. “Ancaman terorisme masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, lakukan deteksi dini, tingkatkan pengamanan di pusat keramaian dan tempat ibadah, agar tidak ada gangguan sekecil apa pun dalam pelaksanaan ibadah Natal maupun malam pergantian tahun,” ujarnya.

Pada apel tersebut dilakukan penyematan pita sebagai tanda dimulainya Operasi Lilin Telabang Tahun 2025. Kegiatan juga dirangkai dengan pembacaan Deklarasi Mendukung Perayaan Natal dan Tahun Baru yang diwakili oleh organisasi kepemudaan lintas iman, antara lain GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Banser, GAMKI, Pemuda Katolik, serta dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, Pangdam, dan Kabinda. ldw/dte