KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menegaskan pentingnya ketepatan dan kesesuaian usulan program dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Gunung Mas Tingkat Kecamatan.
Pesan tersebut disampaikan melalui Sekda Gumas Richard, agar seluruh peserta Musrenbang menghindari adanya usulan yang tumpang tindih antara Dana Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten.
Ia menekankan bahwa setiap usulan harus disusun dengan memahami batasan kewenangan masing-masing. Menurutnya, perencanaan pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila seluruh pihak dapat menempatkan program sesuai ruang lingkup, sasaran, serta sumber pembiayaan yang tepat.
“Jangan sampai ada usulan yang tumpang tindih antara Dana Desa dan APBD. Kita harus memahami batasan kewenangan,” tegasnya, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, usulan yang berskala lokal desa dan sifatnya kebutuhan dasar masyarakat setempat seharusnya diselesaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) maupun melalui swadaya masyarakat. Hal tersebut, kata dia, menjadi bagian dari kemandirian desa dalam menjalankan pembangunan.
Sementara itu, APBD Kabupaten Gumas akan diarahkan pada program-program yang memiliki dampak luas bagi masyarakat, baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten. Bupati menyebutkan, program kabupaten umumnya menyasar peningkatan pelayanan publik, infrastruktur penghubung, penguatan ekonomi masyarakat, serta program strategis lainnya.
Dengan pembagian kewenangan yang jelas, ia berharap perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan lebih terukur, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berjenjang. Ia menilai Musrenbang menjadi forum penting untuk menyatukan gagasan, prioritas, dan kebutuhan masyarakat dari bawah.
Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Gumas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah semata. Menurutnya, keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah memerlukan dukungan semua pihak agar pembangunan dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, pihak swasta, serta seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Gumas agar ikut berpartisipasi dan berkolaborasi dalam membangun daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata.
“Pembangunan Gunung Mas ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah saja. Kita perlu dukungan semua pihak, baik masyarakat, swasta, maupun stakeholder lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan utama daerah, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan adanya sinergi, berbagai tantangan pembangunan diyakini dapat diatasi bersama.
Melalui Musrenbang RKPD tingkat kecamatan ini, Bupati berharap seluruh usulan yang disampaikan benar-benar prioritas, realistis, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia juga meminta agar perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat mengawal hasil Musrenbang sehingga menjadi program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya mengajak semua pihak menjaga komitmen untuk membangun Gunung Mas secara bersama-sama. Daerah yang maju bukan hanya ditentukan oleh pemerintah, melainkan oleh kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya. hen





