
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Musibah kebakaran melanda di kawasan Komplek Sosial, Jalan Mendawai Induk, Kelurahan Palangka, Sabtu (21/2/2022) sore. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah dan menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
Salah seorang warga, Ali, mengaku mengetahui kejadian tersebut saat mendengar teriakan dari tetangga. “Setelah terdengar teriakan kebakaran, saya langsung keluar rumah. Itu apinya sudah besar mas,” ujarnya saat memberikan keterangan.
Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan. Tak lama berselang, Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman lainnya.
Koordinator Call Center 112, Sucipto mengatakan pihaknya menerima laporan saat kondisi api sudah dalam keadaan besar.
“Ketika kami menerima laporan dan tiba di lokasi, api sudah membesar. Kendala saat di lapangan akses jalan yang sempit, sehingga mobil tangki air cukup kesulitan untuk masuk mendekati titik api,” katanya.
Meski demikian, petugas bersama relawan berhasil mengendalikan api setelah melakukan upaya pemadaman selama beberapa waktu.
Sementara itu, Ketua RT 01/07 Kelurahan Palangka, Muryadi, mengungkapkan bahwa terdapat 21 bangunan rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 10 rumah dilaporkan ludes terbakar, sedangkan sisanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Dari 21 bangunan yang terdampak, 10 rumah habis terbakar. Setelah kami data, ada 24 kartu keluarga dengan 93 jiwa yang terdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian warga yang rumahnya terbakar untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Sementara itu, empat kartu keluarga saat ini masih bertahan di posko darurat yang telah didirikan.
“Sebagian warga saya ada yang mengungsi ditempat keluarganya dan di posko yang sudah di buat ini,” tambahnya.
Sejumlah bantuan mulai berdatangan dari para donatur dan instansi terkait, termasuk dari Dinas Sosial setempat. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk meringankan beban para korban.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Suriyansyah (47) mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan anggota keluarganya dan harta benda dari dalam rumah yang terbakar.
“Awalnya saya engga dirumah pak, pas dengar kebakaran itu langsung pulang karena ingat ada anak di dalam rumah. Saat mencari di dalam itu apinya sudah berkobar di dalam, ternyata
anak saya sudah keluar. Barulah mencari sejumlah uang berharga dan barang berharga, makanya nekat masuk,” tuturnya.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Api yang dengan cepat membesar membuatnya tidak mampu menyelamatkan barang-barang berharga.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diimbau untuk tetap waspada serta memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah masing-masing dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. dte/redfwa











