-
PEMKO PALANGKA RAYA

RESPONS KELUHAN WARGA-Pemko Benahi TPA dan Koordinasi Cari Lahan Baru

196
×

RESPONS KELUHAN WARGA-Pemko Benahi TPA dan Koordinasi Cari Lahan Baru

Sebarkan artikel ini
BENAHI SAMPAH-Pembersihan TPA Jalan Sukamulya RT 02 Kelurahan Tangkiling yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Senin (23/2/2026). FOTO HMS DLH
-
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya Berlianto

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Sukamulya RT 02, Kelurahan Tangkiling, yang disebut mengalami kelebihan kapasitas (overload) hingga sampah meluber ke luar area TPA. Pembersihan pun dilakukan pada Senin (23/2/2026) sebagai bentuk respons atas aspirasi warga yang sebelumnya disampaikan dalam agenda reses DPRD.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Jati Asmoro menyampaikan, pihaknya menerima keluhan masyarakat saat reses Daerah Pemilihan (Dapil) I masa persidangan I tahun 2025/2026 pada 13 Desember 2025 lalu. Dalam reses itu Jati menyebut terungkap bahwa kondisi TPA kerap penuh dan tak jarang sampah meluber hingga ke luar lokasi, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar.

Tak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu citra pariwisata Kota Palangka Raya. Pasalnya, lokasi TPA berada di salah satu akses jalan menuju destinasi wisata, sehingga pemandangan tumpukan sampah yang meluber dapat mengganggu kesan bagi para pengunjung.

Kemudian menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan di lokasi.

“Kemarin sudah kami bersihkan,” ungkap Berlianto, Selasa (24/2).

Ia menambahkan, DLH juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bukit Batu untuk mencari alternatif lahan baru yang dapat difungsikan sebagai lokasi pemindahan TPA.

“Dan kami lagi mencoba komunikasi dengan pihak Kecamatan Bukit Batu untuk mencari lahan baru (memindah),” ujarnya.

Lahan baru nantinya akan dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kapasitas TPA yang kian terbatas.

Namun demikian, Berlianto tidak menutup kemungkinan bahwa lokasi TPA tetap berada di tempat yang sama, dengan catatan pengelolaannya akan dibenahi dan ditingkatkan secara lebih optimal.

“Tapi bisa tetap di situ, namun pengelolaannya yang diperhatikan,” katanya.

Menurutnya, pembenahan juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, terutama memisahkan sampah organik dan nonorganik.

Dengan pemilahan tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat berkurang secara signifikan, sehingga tidak lagi terjadi penumpukan berlebihan.

“Pengelolaan bisa dari aspek masyarakat, misalnya dengan memilah sampah organik dan nonorganik sehingga sampah yang keluar dari rumah tangga bisa mengurangi volume yang ada,” jelasnya.

Selain pembenahan sistem dan edukasi kepada masyarakat, DLH juga akan memperketat pengawasan terhadap jadwal pengambilan sampah guna mencegah terjadinya penumpukan.

“Selain itu juga kami akan terus mengawasi waktu pengambilan sampah,” tambah Berlianto.

Terkait kemungkinan penambahan frekuensi pengangkutan sampah, ia menyebut hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Akan dilihat sesuai kebutuhan lapangan,” bebernya.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Dengan penanganan yang serius dan kolaborasi antara pemerintah serta masyarakat, Kota Palangka Raya diharapkan mampu menjaga kebersihan kota sekaligus mempertahankan citra positifnya sebagai kota tujuan wisata. nws/red

 

-
-
-