-
Hukrim

BENTROK DI PT ABB-3 Polisi Dibacok, 2 Warga Dilumpuhkan

1143
×

BENTROK DI PT ABB-3 Polisi Dibacok, 2 Warga Dilumpuhkan

Sebarkan artikel ini
LUKA-Bentrok berdarah kembali pecah di areal perusahaan            Kalteng. Kaliini, terjadi di wilayah kerja ABB, Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. FOTO REDAKSI
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO,ID–  Bentrok berdarah kembali pecah di areal perusahaan Kalimantan Tengah. Kali ini, terjadi di wilayah kerja PT Asmin Bara Barunang (ABB), Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Upaya penertiban terhadap aksi penghadangan kegiatan operasional perusahaan tambang PT ABB, berujung ricuh. Dalam kejadian tersebut, tiga personel kepolisian menderita luka akibat sabetan senjata tajam. Sementara dari pihak warga, dua orang terkena tembakan.

Insiden bermula ketika jajaran Polres Kapuas mendatangi lokasi untuk merespons laporan terkait penghalangan aktivitas perusahaan di ruas Jalan Houling Sekmen 3, kawasan tambang PT ABB. Sekitar 60 anggota kepolisian diterjunkan dalam operasi itu di bawah komando Kasatreskrim AKP Riski Atmaka Rahadi.

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan kurang lebih 40 orang yang mengatasnamakan aliansi masyarakat adat berada di jalur operasional perusahaan. Kelompok tersebut disebut dipimpin oleh S.I yang dikenal dengan sapaan Raja Gunung serta S.N alias Dayak Belinga alias Ipang.

Kapolsek Kapuas Tengah AKP Muhammad Saladin sempat menyampaikan imbauan agar massa membubarkan diri dan tidak menghambat kegiatan perusahaan. Namun, seruan tersebut tidak direspons. Ketegangan meningkat setelah sejumlah orang diduga menghunus senjata tajam jenis mandau dan parang.

Aparat sempat melepaskan tembakan peringatan untuk meredakan situasi, tetapi bentrokan tetap terjadi. Akibatnya, tiga anggota kepolisian mengalami luka bacok di bagian tubuh berbeda. Korban luka masing-masing Aiptu E.W. yang mengalami cedera di bagian kepala, Bripda P.A. dengan luka di punggung kiri, serta Bripda A.T. yang juga mengalami luka di kepala.

Setelah kondisi berhasil dikendalikan, petugas mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Hingga kini, kepolisian masih mendalami peran masing-masing pihak serta melakukan proses penyelidikan lanjutan atas peristiwa itu.

Dikonfirmasi terpisah, Rabu (4/3/2026), Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma S.I.K., M.A.P menyatakan prihatin atas kejadian yang sama-sama tidak kita inginkan, korban anggota Polri dan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan saat ini situasi kondusif.

“Tiga anggota yang terkena bacok dan 2 massa yang dilumpuhkan sementara dirawat di RS Bhayangkara. Penanganan secara hukum dilaksanakan oleh Krimum Polda Kalteng bersama Satres Polres Kapuas,” kata Gede Eka.

Terkait penanganan aksi penutupan jalan hauling di wilayah Kapuas Tengah, Kapolres menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan personel Polres Kapuas telah melalui prosedur dan berdasarkan perintah yang sah.

Sebelum tindakan tegas dilakukan, aparat bersama unsur pemerintah dan tokoh adat telah melakukan pendekatan persuasif dan imbauan secara humanis.

Namun, dalam situasi yang membahayakan keselamatan petugas akibat adanya penyerangan, tindakan terukur terpaksa dilakukan untuk melindungi keselamatan personel dan masyarakat di lokasi.

“Kami memastikan seluruh pihak yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan medis secara layak. Kepolisian tidak berada dalam posisi sengketa, melainkan hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tidak semakin meluas,” tegasnya.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta jalur hukum dalam menyampaikan aspirasi. Situasi saat ini telah berangsur kondusif dan pengamanan tetap dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis. red

 

-
-
-