Spirit Kalteng

BMKG: Lebaran Diprediksi Hujan

152
×

BMKG: Lebaran Diprediksi Hujan

Sebarkan artikel ini
BMKG: Lebaran Diprediksi Hujan
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton. (FOTO TABENGAN/DIRMANTIO EVENDY)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang Maret 2026.

Kondisi tersebut terjadi karena wilayah ini masih berada dalam periode musim hujan sebelum memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton, menjelaskan bahwa secara umum kondisi cuaca di Indonesia saat ini masih berpotensi berawan hingga hujan lebat di beberapa wilayah. Sementara khusus di Kalteng, curah hujan masih cukup tinggi karena masih berada pada puncak musim hujan.

“Untuk Kalteng, potensi curah hujan ringan hingga sedang masih ada. Memang saat ini kita masih berada di musim hujan, dan bulan Maret termasuk salah satu periode di mana curah hujan masih cukup tinggi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang masa transisi atau pancaroba yang biasanya terjadi pada April hingga Mei, sebelum akhirnya wilayah Kalteng mulai memasuki musim kemarau.

Dengan kondisi tersebut, ia memperkirakan perayaan Idulfitri tahun ini masih akan berlangsung dalam periode musim hujan. Artinya, masyarakat masih berpotensi menghadapi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Kalau melihat kondisi saat ini, Lebaran masih berada di musim hujan, sehingga potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan secara berkala. Informasi tersebut penting terutama bagi sektor transportasi, termasuk penerbangan.

Anton mengatakan, BMKG secara rutin memberikan informasi cuaca kepada pihak terkait di sektor penerbangan, khususnya terkait kondisi cuaca yang dapat memengaruhi proses lepas landas (take off) maupun pendaratan (landing) pesawat.

“Untuk penerbangan, informasi dari kami memang rutin diberikan. Cuaca sekecil apa pun yang berpotensi memengaruhi penerbangan pasti kami sampaikan, termasuk jika ada faktor lain seperti aktivitas gunung berapi,” tandasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi gangguan signifikan terhadap aktivitas penerbangan di wilayah Kalteng akibat kondisi cuaca. dte/red