PEMPROV KALTENG

Proyek Pembangunan Kereta Api Lintas Daerah di Kalteng Molor, Belum Ada Investor

368
×

Proyek Pembangunan Kereta Api Lintas Daerah di Kalteng Molor, Belum Ada Investor

Sebarkan artikel ini
Proyek Pembangunan Kereta Api Lintas Daerah di Kalteng Molor, Belum Ada Investor
Kepala Dishub Kalteng Yulindra Dedy

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rencana pembangunan jalur kereta api lintas daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda realisasi. Meski telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, proyek tersebut masih terkendala belum adanya investor yang bersedia mendanai.

Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengungkapkan, proyek pembangunan jalur kereta api ini sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keterlibatan pihak ketiga.

“Kami masih menunggu dari pihak ketiga (investor) yang berkenan untuk bekerja sama dalam pembangunan ini,” ujar Dedy saat diwawancarai di Palangka Raya, Kamis (9/4/2026).

Rencana jalur kereta api tersebut akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis, di antaranya Puruk Cahu, Desa Batanjung di Kapuas, serta Kelurahan Bangkuang di Barito Selatan.

Dedy menjelaskan, terdapat beberapa alternatif jalur yang masih dalam tahap kajian untuk menentukan rute paling efektif dan efisien dari sisi pendanaan.

“Kemudian ada rencana yang melewati dari Puruk Cahu, melewati Gunung Mas, ke Batanjung juga ujungnya, tinggal dikaji mana yang lebih efektif dan efisien dari sisi pendanaan. Kalau sudah ada gambaran, pasti akan dikabarkan,” jelasnya.

Pada tahap awal, pembangunan jalur kereta api ini diprioritaskan untuk angkutan barang, khususnya hasil sumber daya alam. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan juga akan melayani angkutan penumpang.

“Sementara kan barang dulu, sambil juga nanti berjalan dikombinasikan dengan angkutan orang, masih melihat kemungkinan-kemungkinan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan, keputusan investor akan sangat bergantung pada potensi ekonomi dari komoditas yang akan diangkut melalui jalur tersebut.

“Para investor kan melihat potensi apa saja yang akan diangkut, apakah sesuai dengan kebutuhan mereka. Pasti mereka berhitung apa yang mereka dapatkan jika berinvestasi di sana, apakah nanti sesuai perhitungan finansial pihak ketiga,” katanya.

Ia menambahkan, blueprint atau rancangan detail pembangunan jalur kereta api sebenarnya telah tersedia dan bahkan telah dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP). Namun, realisasi di lapangan masih belum dapat dilakukan.

“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk. Kalau terkait kapan dimulainya pembangunan, itu saya masih belum bisa menjanjikan,” ujarnya.

Dedy juga mengakui proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang, sehingga belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya.

“Masih jauh (proses pembangunan), saya belum berani sampaikan kapan mulainya. Yang pasti dari sisi perencanaan sudah ada, sudah masuk ke rencana pembangunan daerah dan RTRWP,” ucapnya.

Awalnya, proyek ini dirancang untuk mendukung distribusi hasil bumi seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Namun, dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, konsep pengembangan kereta api turut diperluas menjadi jaringan lintas Kalimantan.

“Pemprov awalnya hanya mengusulkan angkutan kereta untuk barang, tetapi dengan adanya IKN di Kalimantan, didorong untuk kereta api lintas Kalimantan, terkoneksi semua dengan kereta api, desainnya sudah ada,” pungkas Dedy.ldw/de-red