KESEHATAN

UNTUK 22.064 ANAK DI KALTENG-Imunisasi HPV Gratis Dilaksanakan Agustus 2026

66
×

UNTUK 22.064 ANAK DI KALTENG-Imunisasi HPV Gratis Dilaksanakan Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
UNTUK 22.064 ANAK DI KALTENG-Imunisasi HPV Gratis Dilaksanakan Agustus 2026
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Riza Syahputra MAP. FOTO DOKUMEN TABENGAN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan melaksanakan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki mulai Agustus 2026. Program ini akan digelar bersamaan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Riza Syahputra MAP menyampaikan, sasaran program ini mencakup anak laki-laki kelas 5 SD/MI atau sederajat, serta anak laki-laki usia 11 tahun yang tidak bersekolah.

“Rencana pelaksanaan imunisasi HPV untuk anak laki-laki usia kelas 5 SD/MI/sederajat dan anak laki-laki usia 11 tahun yang tidak bersekolah akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 bersamaan dengan pelaksanaan BIAS,” ujar dr Riza di Palangka Raya, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, total sasaran dalam program ini mencapai 22.064 anak di seluruh wilayah Kalteng. Pemerintah memastikan vaksin akan diberikan tanpa biaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Pemberian vaksin ini gratis. Kami menargetkan sebanyak 22.064 anak laki-laki dapat menerima imunisasi HPV pada tahap awal pelaksanaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Riza menegaskan bahwa imunisasi HPV memiliki peran penting dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus, yang diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks pada perempuan serta kanker penis pada laki-laki.

“Vaksin HPV ini bertujuan untuk mencegah infeksi human papillomavirus yang menjadi penyebab utama kanker serviks pada wanita dan juga kanker penis pada laki-laki,” jelasnya.

Dinas Kesehatan berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini, sekaligus memperluas cakupan perlindungan kesehatan tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga laki-laki.ldw/ded-red