MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Suasana religius menyelimuti Mushola Rumah Jabatan Bupati Barito Utara (Barut), Jumat (8/5/2026) malam. Rangkaian ibadah dimulai dari salat maghrib berjamaah yang diikuti Plt Sekretaris DPRD, Sudiyono bersama jajaran staf Sekretariat DPRD, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah rohani menjelang masuknya waktu isya.
Salat maghrib berjamaah dipimpin oleh Ustaz Marjuan. Usai zikir dan doa bersama, jamaah masih tetap duduk rapi menyimak tausiyah singkat yang disampaikan langsung oleh sang imam. Dalam ceramahnya, Ustaz mengajak seluruh jamaah untuk mulai memantapkan hati menyambut Hari Raya Iduladha, yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
“Hari raya qurban bukan sekadar tentang menyembelih hewan. Ada landasan utama yang kerap luput dari perhatian kita,” ujar Marjuan di hadapan jamaah.
Ia lalu mengupas makna mendalam dari Surah Al-Kautsar, surah terpendek dalam Al-Qur’an yang sarat pesan spiritual. Ayat kedua, “fashalli lirabbika wanhar” yang artinya “maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”, menjadi titik tekan tausiyah malam itu.
Menurut Ustaz, ayat tersebut mengajarkan bahwa ibadah kurban tidak bisa dipisahkan dari rasa syukur atas nikmat yang melimpah.
“Konsistensi ibadah, rasa syukur, dan semangat berkurban adalah tiga hal yang harus kita jaga, bukan hanya saat Iduladha tiba, tetapi juga dalam keseharian,” tambahnya.
Tausiyah singkat tersebut berlangsung hangat dan penuh makna, kemudian ditutup dengan shalat isya berjamaah. Kegiatan malam itu menjadi salah satu upaya pembinaan rohani di lingkungan Sekretariat DPRD Barut menjelang hari raya besar umat Islam. old/reddre











