-
Spirit Kalteng

Bumitama (BGA Group) Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla di Kalimantan Tengah

193
×

Bumitama (BGA Group) Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla di Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
-
APEL SIAGA KARHUTLA – Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 melalui sinergi lintas sektor bersama Forkopimcam, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim pemadam kebakaran perusahaan. FOTO ISTIMEWA

TABENGAN.CO.ID-Menjelang musim kemarau 2026, Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) memperkuat kesiapsiagaan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tiga wilayah operasionalnya di Kalimantan Tengah, yakni Pundu, Kotawaringin, dan Mentaya. Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas sektor bersama Forkopimcam, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim pemadam kebakaran perusahaan.

Dengan cakupan operasional seluas 184.000 hektar yang terdiri dari 66% kebun inti dan 34% kebun plasma, dan mempekerjakan lebih dari 30.000 personel serta ribuan masyarakat sekitar, kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus bersinergi dengan masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, kegiatan siaga karhutla yang digelar perusahaan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud penguatan koordinasi lapangan, kesiapan personel, pengecekan sarana pemadaman, hingga peningkatan kapasitas tim tanggap darurat bersama para pemangku kepentingan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BGA dalam menjalankan operasional perkebunan kelapa sawit dalam skala besar secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Pada 2025, BGA mencatat produksi sebesar 1,25 juta ton crude palm oil (CPO) dari pengolahan 5,65 juta ton TBS, yang berasal dari 39%  kebun inti, 21% kebun plasma dan 39% petani swadaya, dengan nilai penjualan mencapai Rp19,95 triliun yang seluruhnya diserap pasar dalam negeri.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional tersebut, BGA tidak hanya memperkuat kesiapan internal perusahaan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla melalui program Desa Bebas Api dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), dimana tujuannya untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam deteksi dini dan penanganan awal kebakaran.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mencegah karhutla. Keterlibatan MPA dinilai efektif karena melibatkan warga lokal yang memahami kondisi wilayah dan dapat merespons cepat saat muncul potensi titik api.

Di Kalimantan Tengah, tahun ini BGA bekerja sama dengan 12 desa di sekitar wilayah operasional untuk memperkuat pencegahan karhutla berbasis masyarakat. Kolaborasi ini terus diperluas sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kawasan perkebunan dan desa yang lebih tangguh terhadap ancaman kebakaran.

BGA meyakini bahwa pencegahan karhutla memerlukan sinergi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat agar lingkungan tetap terjaga serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung kondusif selama musim kemarau. ist/bb

 

 

-
-
-