-
Hukrim

Karhutla Hanguskan 4 Hektare Lahan dan Rumah Kayu

308
×

Karhutla Hanguskan 4 Hektare Lahan dan Rumah Kayu

Sebarkan artikel ini
KARHUTLA-Rumah kayu di Jalan Amin Klaru yang terbakar imbas karhutla. FOTO BPBD KOTIM
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sedikitnya empat hektare lahan gambut di Jalan Amin Klaru, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hangus dilalap api, Selasa (23/6/2026).

Tidak hanya membakar vegetasi semak belukar, kobaran api juga merembet hingga menghanguskan sebuah bangunan rumah kayu dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, informasi kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) sekitar pukul 12.12 WIB. Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan akses dan menentukan strategi pemadaman.

Kepala BPBD Kotim Multazam, mengatakan titik kebakaran berada sekitar 500 meter dari jalan utama dan berada di kawasan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Kondisi medan yang sulit membuat kendaraan pemadam berukuran besar tidak dapat menjangkau lokasi.

“Lokasi kebakaran cukup jauh dari jalan raya dan tidak memungkinkan dilalui truk tangki. Karena itu, pemadaman dilakukan menggunakan kendaraan roda tiga serta peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

Sebanyak 14 personel BPBD diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu unsur Kelurahan dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Babinsa, Manggala Agni, relawan, serta Dompet Peduli.

Tim gabungan mengerahkan satu unit kendaraan roda tiga, tujuh unit sepeda motor operasional, 10 rol selang, dan satu unit mesin alkon untuk menjinakkan kobaran api yang terus meluas di lahan gambut kering tersebut.

Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 13.35 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.02 WIB. Setelah lebih dari empat jam berjibaku di lapangan, petugas berhasil mengendalikan sekitar 75 persen area terbakar atau setara tiga hektare lahan.

Namun, upaya pemadaman belum dapat dituntaskan sepenuhnya karena kondisi cuaca yang mulai gelap serta minimnya fasilitas penerangan di lokasi kejadian.

“Personel hanya mampu memadamkan sekitar 75 persen area yang terbakar karena hari mulai sore dan tidak tersedia peralatan penerangan yang memadai untuk melanjutkan operasi secara maksimal,” jelas Multazam.

BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan saat memasuki musim kemarau. may/fwa-red

 

-
-
-