PALANGKA RAYA /TABENGAN.CO.ID– Sebuah video yang sempat viral dimedia sosial, memperlihatkan seorang pria diamankan warga di lingkungan SDN 4 Palangka, Kota Palangka Raya pada Selasa (21/7/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut bermula ketika pria tak dikenal diduga memasuki lingkungan sekolah saat jam istirahat dan mengajak dua siswi menuju toilet dengan iming-iming uang.
Aksi pria tersebut memicu kepanikan setelah seorang guru memergoki gerak-geriknya yang mencurigakan. Pria itu diduga hendak merekam salah seorang siswi saat berada di toilet. Dugaan tersebut membuat guru segera bertindak sehingga terduga melarikan diri dari area sekolah.
Terduga akhirnya berhasil diamankan di kawasan permukiman tidak jauh dari sekolah sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala SDN 4 Palangka, Hartani menyampaikan bahwa kejadian berlangsung pada jam istirahat kedua ketika sejumlah siswa keluar kelas untuk menuju toilet.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari siswa dan guru, pria tersebut mengajak beberapa anak menuju toilet dengan menjanjikan uang.
“Informasi yang kami terima, pria tersebut mengajak dua siswi untuk buang air kecil sambil menjanjikan uang sekitar Rp100 ribu dan diduga hendak merekam dari bagian atas ventilasi toilet,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Senin (27/7/2026) pagi.
Kecurigaan bermula ketika salah seorang guru melihat keberadaan orang asing yang berada di sekitar toilet siswa. Guru kemudian memperhatikan gerak-gerik pria tersebut yang dinilai tidak wajar.
“Sebelum tindakan itu sempat dilakukan, salah satu pengajar lebih dulu mengetahui keberadaannya sehingga pelaku langsung melarikan diri,” tambahnya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pendalaman pihak sekolah, terdapat dua siswi yang sempat diajak oleh pria tersebut. Namun dugaan percobaan perekaman hanya mengarah kepada satu anak dan tidak sampai terjadi karena berhasil dicegah.
“Ada dua anak yang diajak. Tetapi dugaan percobaan perekaman hanya mengarah kepada satu anak. Syukurnya tindakan tersebut belum sempat terjadi karena langsung diketahui guru,” katanya.
Setelah mendapatkan laporan dari guru dan keterangan para siswa, pihak sekolah segera menghubungi orang tua siswa. Bersama beberapa guru, mereka kemudian melakukan pencarian terhadap pria tersebut, sebelum akhirnya ditemukan dikawasan perumahan sekitar.
Setelah itu pihak sekolah menghubungi Bhabinkamtibmas maupun aparat keamanan, agar yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Pahandut untuk penanganan lebih lanjut.
Hartani menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta informasi yang diperoleh dari pihak keluarga dan aparat, pria tersebut diduga memiliki gangguan perilaku atau kondisi kejiwaan tertentu.
“Informasi yang kami peroleh juga yang bersangkutan ada indikasi mengalami gangguan perilaku atau kejiwaan. Setelah dilakukan pembahasan bersama kepolisian dan keluarga, akhirnya disepakati penyelesaian secara kekeluargaan dengan surat pernyataan dari orang tua pelaku agar yang bersangkutan mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif,” tuturnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para siswa yang sempat terlibat dalam kejadian tersebut.
“Memang ada satu siswa yang sempat mengalami trauma ringan, tetapi orang tuanya terus mendampingi dan sekolah juga memberikan perhatian khusus. Saat ini kondisinya sudah kembali stabil dan sudah mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” lanjutnya.
Hartani menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekolah, terutama karena fasilitas keamanan dinilai masih belum memadai.
Ia mengakui, SDN 4 Palangka hingga kini belum memiliki pagar yang dapat membatasi akses keluar masuk orang asing ke lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuat siapa pun dapat memasuki area sekolah tanpa pengawasan maksimal, terutama saat jam istirahat.
Karena itu, pihak sekolah telah menginstruksikan seluruh guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah, termasuk melakukan patroli di sekitar halaman dan area toilet.
Selain itu, sekolah juga meminta orang tua agar terus memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya berinteraksi dengan orang asing.
“Kami mengimbau seluruh orang tua agar selalu mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal dan tidak mudah percaya terhadap iming-iming apa pun. Kami juga meminta seluruh guru untuk lebih aktif mengawasi lingkungan sekolah,” pungkasnya. dte/fwa-red











