-
DPRD BARITO UTARA

Naruk Saritani Apresiasi Lomba Desain Batik Digital 2026

100
×

Naruk Saritani Apresiasi Lomba Desain Batik Digital 2026

Sebarkan artikel ini
Naruk Saritani, Waket Komisi I DPRD Barut
-

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut) Naruk Saritani, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Lomba Desain Batik Digital Khas Barut Tahun 2026. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di tengah gempuran teknologi.

Menurut Naruk, lomba yang digelar kali ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Ia menyebutnya sebagai wadah positif bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengekspresikan ide dan kreativitas melalui desain batik berbasis digital, tanpa kehilangan akar nilai-nilai budaya lokal.

“Kegiatan ini merupakan langkah yang baik untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Melalui inovasi desain digital, kita berharap lahir motif-motif batik khas Barut yang memiliki identitas kuat dan mampu dikenal lebih luas,” ujar Naruk di Muara Teweh.

Naruk menegaskan, batik bukan sekadar karya seni di atas kain. Lebih dari itu, batik adalah simbol jati diri daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya industri kreatif dan teknologi digital.

Ia berharap, hasil karya para peserta lomba tidak hanya berhenti sebagai ajang pencarian juara. Naruk mendorong agar motif-motif terbaik dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dan perajin batik lokal.

“Dengan demikian, motif-motif terbaik dapat diproduksi secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Tak hanya memperkuat identitas budaya, Naruk menilai pengembangan batik khas Barut  juga berpotensi menjadi daya tarik promosi daerah. Baik di tingkat provinsi maupun nasional, keunikan motif batik dari Bumi Iya Mulik Begantung bisa menjadi ikon kebanggaan.

Di akhir pernyataannya, Naruk berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Menurutnya, ini adalah jalan tengah yang ideal antara menjaga kelestarian budaya dan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat Barut.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga mampu melahirkan inovasi baru, menjaga kelestarian budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat Barut,” pungkasnya. old/dre-red

 

-
-
-