Perjuangan Andina Narang
= 61 Desa Tidak Blank Spot
= Program Indonesia Pintar, tahun sebelumnya peserta hanya 500-an Peserta, tahun ini meningkat menjadi 1.500 an lebih, dan pada tahun 2027 akan diperjuangkan jadi 2.500 lebih.
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Pantun Seloka yang disampaikan oleh Abdul Hamid, tokoh masyarakat Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, sambut kedatangan Anggota DPR RI Komisi I Andina Thresia Narang, saat melakukan reses ke Kelurahan Baru.
Dalam kunjungannya, Politisi Partai Nasdem didampingi oleh ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kobar, Ahmad Elkedri, yang juga sebagai anggota DPRD Dapil I Kabupaten Kotawaringin Barat. Dan kedatangan Andina bersama rombongan di sambut oleh Lurah Baru Khasan Junaedi dan Jayus mewakili Camat Arut Selatan.
Dengan penuh keakraban, Andina Thersia Narang mendengarkan aspirasi yang disampaikan Atik anggota TP PKK Kelurahan Baru, dimana Atik menyampaikan permohonan bantuan untuk sarana prasarana gedung TP PKK, sebab selama ini jika ada kegiatan selalu pinjam milik Kelurahan.
Selain itu aspirasi lainnya disampaikan oleh Ruslan tokoh masyarakat Kelurahan Baru, aspirasi yang disampaikan perihal usulan pemekaran wilayah karena kelurahan Baru merupakan wilayah yang memiliki 35 RT dengan jumlah penduduk paling padat di wilayah Kecamatan Arut Selatan, selain itu usulan perihal solusi dalam mengatasi masalah antrian BBM di SPBU.
“Untuk semua aspirasi akan kami tampung dan akan kami tindak lanjuti, jangan khawatir karena Partai Nasdem ini merupakan Partai besar yang bekerja secara gotong royong untuk menyelesaikan permasalahan di daerah, jadi sstiap aspirasi akan kami tindak lanjuti, Sama halnya mengenai masalah antrian BBM di SPBU akan kami sampaikan melalui lintas Komisi melalui perjuangan Fraksi Nasdem,” ujar Andina Thersia Narang.
Dalam kegiatan tersebut, Andina pun menyampaikan program kerjanya yang telah dilakukan dalam memenuhi aspirasi masyarakat di antaranya adalah tentang penanganan wilayah blank spot atau wilayah yang belum terjangkau jaringan internet, di Kalimantan Tengah ada 316 desa masuk wilayah Blankspot, sudah 61 desa dibantu, atas perjuangannya berkurang tersisa 255 desa.
“Meski belum semuanya, akan tetapi progresnya sudah berkurang wilayah Blankspot di wilayah Kalimantan Tengah ini, dan membuka akses internet diwilayah terpencil atau tanpa sinyal ini sangat penting untuk mewujudkan keadilan sosial, langkah ini dalam rangka mempercepat Pemerataan pendidikan dan mendongkrak perekonomian masyarakat, serta mempermudah layanan kesehatan dan darurat diseluruh pelosok desa,” ujar Andina.
Andina juga menyampaikan perihal program Indonesia Pintar, dimana pada tahun sebelumnya peserta Program Indonesia Pintar hanya 500 lebih peserta, pada tahun ini meningkat menjadi 1.500 an lebih, dan pada tahun 2027 akan diperjuangkan jadi 2.500 lebih.
“Program Indonesia Pintar ini sangat membantu masyarakat, karena kami inginkan anak anak Kalimantan Tengah, khususnya di Kobar ini jangan sampai ada yang putus sekolah karena terbentur biaya, program ini akan terus kami perjuangkan untuk penambahan kuotanya, “Ujar Andina.
Andina juga berharap kepada masyarakat untuk tetap bersemangat ditengah geopolitik yang tidak menentu saat ini, gempuran kemajuan teknologi pun diharapkan mampu diterima dengan bijak, untuk itu masyarakat harus bisa memilah isu isu yang akan memecah belah persatuan.
Reses Andina Thresia Narang di Kabupaten Kotawaringin Barat, selain menampung aspirasi di Kecamatan Arut Selatan, juga di Kecamatan Kumai, untuk wilayah Kecamatan Kumai, Andina mengunjungi desa Batu Belaman, desa Sungai Tendang dan Kelurahan Candi. yulia /jsi-red











