-
Hukrim

Kebakaran Lahan Hanguskan Bangunan Sarang Walet

175
×

Kebakaran Lahan Hanguskan Bangunan Sarang Walet

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN-Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan bangunan sarang walet yang terbakar setelah api dari kebakaran lahan merembet ke lokasi di Jalan Hiu Putih XXI, Kelurahan Bukit Tunggal, Selasa (4/8/2026). Foto DISDAMKARMAT PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran lahan di Jalan Hiu Putih XXI, Kelurahan Bukit Tunggal, Selasa (4/8/2026), merembet hingga menghanguskan sebuah bangunan sarang walet. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.48 WIB melalui grup komunikasi kebencanaan. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api telah membakar lahan dan menjalar ke bangunan sarang walet.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari lahan yang terbakar terlebih dahulu sebelum merembet ke bangunan.

“Objek yang terbakar awalnya merupakan lahan, kemudian api menjalar hingga mengenai bangunan sarang walet,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Bangunan yang terbakar diketahui milik Karnedi Suiman (75). Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau, ditambah banyaknya vegetasi dan material mudah terbakar di sekitar lokasi, membuat api dengan cepat membesar dan melalap bangunan.

Untuk memadamkan kobaran api, Disdamkarmat mengerahkan dua unit mobil pemadam, yakni Hino Ayax berkapasitas 6.000 liter dan Hino Ziegler berkapasitas 5.000 liter. Petugas memfokuskan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan sekitar.

Proses penanganan juga melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Relawan Kebakaran (Redkar), serta Dinas Kehutanan.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, bangunan sarang walet beserta fasilitas di dalamnya mengalami kerusakan berat. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan hasil asesmen awal, api diduga berasal dari kebakaran lahan sebelum akhirnya menjalar ke bangunan.

Disdamkarmat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar ataupun membakar sampah selama musim kemarau. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tutup Alfrianto. dte/fwa-red

 

-
-
-