-
Hukrim

Pencarian Remaja Tenggelam di DAS Kahayan Belum Membuahkan Hasil, Kerumunan Warga Hambat Pergerakan Tim Pencarian

172
×

Pencarian Remaja Tenggelam di DAS Kahayan Belum Membuahkan Hasil, Kerumunan Warga Hambat Pergerakan Tim Pencarian

Sebarkan artikel ini
-

‎Kerumunan warga yang mengindahkan garis polisi yang sudah terpasang di lokasi pencarian terhadap korban tenggelam. Foto istimewa.

‎PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMID – Hingga Minggu (9/8/2026) pukul 17.30 WIB, pencarian terhadap Muhammad Kaspi Rosadi (14), remaja yang dilaporkan tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rambang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, masih belum membuahkan hasil.

‎‎Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur Emergency Response Palangka Raya terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses pencarian menghadapi kendala serius akibat membludaknya warga yang datang untuk menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

‎Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga dari berbagai usia memadati tepian sungai yang memiliki kontur tanah miring dan labil. Kerumunan warga membuat ruang gerak petugas menjadi sangat terbatas, terutama saat proses mobilisasi perahu karet dan peralatan pencarian menuju bibir sungai.

‎Sejumlah warga bahkan terlihat berada sangat dekat dengan titik bahaya, termasuk berjongkok di tepi tanah liat yang curam demi mendapatkan pandangan lebih jelas ke arah sungai. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan mereka sendiri.

Ironisnya, garis polisi berwarna kuning yang telah dipasang aparat kepolisian untuk membatasi area berbahaya tampak tidak sepenuhnya dipatuhi. Beberapa warga terlihat melintasi, mengabaikan, bahkan duduk di sekitar garis pembatas tersebut.

‎Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya, Yustinus Exaudi, mengatakan kepadatan warga di lokasi sangat menyulitkan pergerakan tim pencari.

‎“Kami sangat memahami empati masyarakat yang ingin melihat. Namun ini adalah lokasi musibah dengan risiko tinggi. Membludaknya warga membuat tim di lapangan kesulitan bergerak dengan leluasa. Kami membutuhkan ruang untuk melakukan evakuasi secara cepat,” ujarnya di lokasi, Minggu sore.

‎Menurut Yustinus, kekhawatiran terbesar tim saat ini bukan hanya pencarian korban, tetapi juga potensi munculnya korban baru. Kontur tanah di tepian Sungai Kahayan, khususnya di lokasi kejadian, dinilai sangat rawan longsor apabila dibebani terlalu banyak orang secara bersamaan.

‎“Kami sangat khawatir akan ada penambahan korban jiwa. Tolong hargai garis polisi yang sudah dipasang. Posisi warga yang berada tepat di bibir sungai yang labil itu sangat berbahaya, sementara arus di bawah cukup kuat,” tegasnya.

‎Selama proses pencarian berlangsung, pihak kelurahan dan kepolisian terus memberikan imbauan melalui pengeras suara agar warga mundur dari garis polisi dan menjauh dari tepian sungai demi keselamatan bersama.

‎Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, jasad korban tak kunjung ditemukan, pencarian terhadap korban sementara dihentikan dikarenakan memasuki pergantian waktu terang gelap, tim serta ambulan juga terus melakukan pemantauan untuk bersiap dilokasi jika sewaktu-waktu korban ditemukan. mak/fwa-red.

‎

‎

 

 

 

 

-
-
-