-
Hukrim

Api Melalap 2 Rumah di Jalan Akasia VI, Akses Sempit dan Minim Air Hambat Pemadaman

167
×

Api Melalap 2 Rumah di Jalan Akasia VI, Akses Sempit dan Minim Air Hambat Pemadaman

Sebarkan artikel ini
-

Foto : Kobaran api membakar bagian atas sebuah rumah di Jalan Akasia VI, Kelurahan Panarung pada Selasa (18/8/2026) malam. Foto/Tabengan/Dirmantio

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Akasia VI, Kelurahan Panarung pada Selasa (18/8/2026) malam. Kobaran api menghanguskan satu bangunan rumah dan berdampak terhadap satu bangunan lainnya.

Berdasarkan informasi awal, api diketahui pertama kali muncul dari bagian atas atau bumbungan rumah. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya memberi tahu masyarakat sekitar sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Salah seorang saksi mata yang merupakan tetangga korban, Adhar, mengatakan dirinya pertama kali melihat kepulan asap dari bagian belakang atas rumah yang terbakar. Saat itu, ia sedang berada di depan rumah sambil menggunakan telepon seluler.

Melihat kondisi tersebut, Adhar kemudian memanggil warga sekitar karena menduga telah terjadi kebakaran. Namun, ketika dirinya kembali melihat ke arah rumah, api sudah membesar dan mulai melalap bagian bangunan.

“Ada asap keluar dari belakang rumah itu. Saya berinisiatif memanggil warga sekitar karena saya kira kebakaran. Pas saya balik ke rumah, ternayata bernar saja kebakaran, api nya sudah besar,” katanya.

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh di lokasi, rumah tersebut diketahui milik warga bernama H. Basit. Saat kejadian, pemilik rumah disebut sedang berada di pasar untuk berjualan.

Laporan kebakaran tersebut kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Petugas bersama relawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kabid Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto menyampaikan, berdasarkan pendataan sementara terdapat satu bangunan yang terbakar dan satu bangunan lainnya terdampak.

“Sementara ini satu bangunan terbakar dan satu bangunan terdampak. Namun untuk data pastinya masih kami lakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, akibat kebakaran tersebut sekitar 45 persen bagian bangunan mengalami kerusakan. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan maupun dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu kendala utama yakni terbatasnya ketersediaan air. Kondisi cuaca yang relatif kering menyebabkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran cukup terbatas.

“Untuk kendala utama adalah ketersediaan air. Kondisi saat ini cukup kering sehingga sumber air di lapangan sangat terbatas. Petugas pemadam bersama relawan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk proses pemadaman,” ungkapnya.

Selain persoalan air, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Jalan enuju titik kebakaran dinilai cukup sempit sehingga menyulitkan mobilisasi armada pemadam berukuran besar.

Menurut Alfrianto, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap akses jalan sebelum menentukan jalur yang paling memungkinkan untuk dilalui kendaraan pemadam.

Dengan menggunakan jalur alternatif tersebut, petugas bersama relawan dapat melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Dari laporan diterima hingga proses pemadaman dinyatakan selesai, penanganan berlangsung kurang lebih selama 50 menit.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Disdamkarmat belum dapat memastikan. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan dan penyebab pasti kebakaran nantinya menjadi kewenangan pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Alfrianto menjelaskan, terdapat dugaan awal bahwa kebakaran kemungkinan berkaitan dengan korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan karena masih membutuhkan pendalaman.

“Untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan. Ada dugaan kemungkinan terjadi korsleting listrik, tetapi hal tersebut masih perlu pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti bahwa kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik. Penentuan penyebab pasti akan dilakukan melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

“Jadi, kami belum dapat menyampaikan secara pasti bahwa kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Disdamkarmat Kota Palangka Raya kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi maupun peralatan listrik.

“Kami minta agar masyarakat secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, memastikan kabel dan peralatan listrik yang digunakan memenuhi standar, serta tidak meninggalkan peralatan listrik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” imbaunya.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab pasti kebakaran hingga kerugian materil yang dialami. Petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. dte

 

 

-
-
-