-
Spirit Kalteng

Wali Kota Berharap Janji Bantuan Presiden 1.000 Pompa Air

213
×

Wali Kota Berharap Janji Bantuan Presiden 1.000 Pompa Air

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palangka Raya dengan semakin pekat pada Sabtu dan Minggu (29-30/8/2026). Di tengah kondisi tersebut, sejumlah bantuan dari pemerintah pusat untuk mendukung penanganan karhutla mulai dimanfaatkan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, bantuan berupa sumur bor sudah mulai digunakan di sejumlah titik untuk mendukung upaya penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

“Kalau sumur bor itu ada beberapa. Sudah, baik itu di Petuk Katimpun, Kameloh. Itu sudah,” kata Fairid saat ditemui Tabengan, Jumat (28/8/2026).

Namun, Fairid menambahkan untuk bantuan lainnya, termasuk mesin pompa air, proses distribusinya masih dilakukan secara bertahap.

Saat ditanya mengenai realisasi bantuan mesin pompa air, Fairid mengaku belum mendapatkan informasi secara pasti mengenai jumlah yang disetujui oleh pemerintah pusat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Palangka Raya mengusulkan bantuan sebanyak 1.000 unit mesin pompa air berkapasitas besar kepada pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan karhutla.

Fairid mengatakan, kebutuhan pompa tersebut dinilai penting karena dapat digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran di lapangan, terutama pada wilayah yang sulit mendapatkan sumber air.

“Kita kemarin memintanya seribu. Tapi tidak tahu realisasi berapa ini,” jelasnya.

Selain mesin pompa, Pemko Palangka Raya juga mengusulkan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya, seperti alat pelindung diri (APD), selang, serta alat berat berupa ekskavator.

Kemudian Fairid juga menjelaskan, distribusi bantuan mesin pompa belum tentu seluruhnya langsung dialokasikan ke Kota Palangka Raya. Bantuan tersebut kemungkinan akan dibagi untuk kebutuhan penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

“Kita kan di daerah, nanti apakah ke provinsi, apakah ke Manggala Agni, atau ke Kodam TNI-Polri. Tapi mungkin akan dibagi seribu untuk se-Kalteng,” jelasnya.

Sementara itu, dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla di wilayah Kalteng juga mencakup penguatan pemadaman dari udara. Fairid menyebut terdapat tambahan empat unit helikopter water bombing yang disiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Dengan adanya tambahan tersebut, jumlah armada helikopter yang disebut tersedia untuk wilayah Kalsel dan Kalteng mencapai tujuh unit.

“Penambahannya berarti jumlahnya empat, berarti tujuh,” katanya.

Fairid menegaskan, bantuan pemerintah pusat tersebut masih dalam proses dan belum seluruhnya dapat dipastikan jumlah maupun waktu pendistribusiannya kepada masing-masing daerah.

Meski demikian, mulai digunakannya sejumlah sumur bor di Palangka Raya menjadi tambahan dukungan bagi petugas di lapangan, terutama ketika kabut asap kembali menebal dan ancaman karhutla masih menjadi perhatian serius. nws/fwa-red

 

 

 

-
-
-