-
Spirit Kalteng

Daerah Mulai “Teriak” Minta Bantuan Pusat, Halikinnor: Kotim Butuh Water Bombing

193
×

Daerah Mulai “Teriak” Minta Bantuan Pusat, Halikinnor: Kotim Butuh Water Bombing

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotim Halikinnor dan Wabup Irawati
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah mulai “teriak”. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim), misalnya, saat ini sangat membutuhkan tambahan sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dukungan helikopter water bombing.

Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan hutan dan sulit diakses melalui jalur darat.

Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran saat kunjungan Gubernur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng ke Kabupaten Kotim, Jumat (28/8/2026).

Menurut Halikinnor, penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan personel, tetapi juga dukungan peralatan yang mampu menjangkau lokasi kebakaran dengan cepat. Sebab, sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang tidak memungkinkan untuk didatangi melalui jalur darat.

“Kami membutuhkan sarana dan prasarana, termasuk tangki. Water bombing juga penting, terutama untuk daerah yang agak masuk hutan dan tidak mungkin dijangkau melalui darat,” ujar Halikinnor.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Gubernur Agustiar Sabran dapat memberikan dukungan, khususnya dalam penyediaan atau pengerahan helikopter water bombing ketika terjadi karhutla di wilayah Kotim.

Dukungan tersebut dinilai sangat diperlukan mengingat kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

Apalagi saat ini menurutnya kondisi embung-embung yang ada airnya sudah mengering, sehingga pasokan air untuk proses pemadaman saat ini langsung diambil dari sungai Mentaya.

Penanganan secara cepat menjadi kunci agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Halikinnor menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla bersama jajaran terkait. Namun, keterbatasan akses menuju lokasi menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan dukungan peralatan dari pemerintah provinsi. may/jsi-red

 

-
-
-