MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut) Ardianto memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam mewujudkan penerangan listrik di Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan.
Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Teweh Selatan dan Teweh Baru menanggapi kunjungan kerja Bupati Barut H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis ke lokasi pembangunan akses jalan menuju Desa Butong, Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menargetkan listrik dapat menyala di Desa Butong pada Desember 2027.
“Sebagai wakil rakyat dari Teweh Selatan dan Teweh Baru termasuk didalamnya Desa Butong, saya mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Bupati dan jajaran. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius mengatasi keterisolasian dan kegelapan yang selama bertahun-tahun dirasakan warga Desa Butong,” ujar Ardianto yang ikut dalam kunjungan tersebut.
Dia menilai, pembangunan akses jalan sepanjang 4,8 kilometer yang dikerjakan dengan bantuan CSR merupakan langkah strategis. Menurutnya, tanpa akses jalan yang memadai, mimpi warga Desa Butong untuk menikmati listrik dari PLN hanya akan tetap menjadi angan-angan.
“Desa Butong ini sudah terlalu lama tertinggal. Akses jalan selama ini hanya mengandalkan jalan perusahaan sawit sepanjang 12 kilometer. Dengan adanya jalan tembus yang sedang dibangun, kami optimis proses elektrifikasi bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Anggota dewan dari daerah pemilihan Teweh Selatan itu juga menyoroti tantangan pembangunan jembatan bailey sepanjang 30 meter yang menjadi kunci utama agar tiang listrik dan kabel bisa masuk ke desa. Ia berharap Pemerintah Kabupaten dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut agar target Desember 2027 tidak meleset.
“Jembatan bailey ini sangat krusial. Tanpa jembatan, seluruh upaya pembangunan jalan akan sia-sia. Kami di DPRD akan mendukung penuh anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan ini,” tegasnya.
Ardianto juga memberikan apresiasi atas komitmen Bupati yang menargetkan seluruh 15 desa di Barut yang masih gelap dapat teraliri listrik pada tahun 2027. Ia menilai target itu sangat realistis jika diiringi dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami di DPRD akan terus mengawal dan mendorong agar program Barut Terang ini benar-benar terwujud,” optimis Ardianto. old/dre-red











