-
Spirit Kalteng

Di tengah Kepungan Asap Karhutla, BPJS Ketenagakerjaan Sampit Membagikan Masker Pada Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

200
×

Di tengah Kepungan Asap Karhutla, BPJS Ketenagakerjaan Sampit Membagikan Masker Pada Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah kondisi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit memilih turun langsung menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan membagikan masker gratis.

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Jumat (4/9). Masker dibagikan kepada peserta dan pelanggan yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terpengaruh asap karhutla.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit, Dwi Ari Wibowo, mengatakan Harpelnas bukan sekadar momentum seremonial. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk hadir lebih dekat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pada momentum Hari Pelanggan Nasional tahun 2026 ini, kami ingin hadir lebih dekat kepada masyarakat dan peserta. Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla, kami membagikan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Dwi.

Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan bagian dari semangat 3M yang diusung BPJS Ketenagakerjaan, yakni Melayani, Melindungi dan Memberdayakan.

Melayani diwujudkan melalui pelayanan yang mudah, ramah dan cepat. Melindungi dilakukan dengan memastikan pekerja memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan dari berbagai risiko pekerjaan. Sedangkan memberdayakan diarahkan agar peserta dan keluarganya tetap mampu melanjutkan kehidupan secara produktif ketika menghadapi risiko.

“Semangat 3M ini bukan sekadar slogan. Kami ingin terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, memperluas perlindungan bagi para pekerja, serta mendorong peserta dan keluarganya untuk tetap berdaya,” katanya.

Dwi menyebut, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, pelayanan tidak harus selalu berbentuk administrasi di dalam kantor, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, kami ingin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Masker yang kami bagikan mungkin merupakan langkah sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi kabut asap membuat masyarakat, termasuk pekerja, harus tetap beraktivitas dengan risiko terpapar asap. Karena itu, kepedulian terhadap kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Selain aksi sosial tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Kemudahan akses menjadi perhatian agar peserta dapat memperoleh informasi maupun layanan secara cepat, baik melalui kantor cabang maupun kanal digital.

“Kepercayaan peserta merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin peserta merasa mudah ketika membutuhkan informasi, mudah ketika mengakses layanan, dan yang paling penting merasa terlindungi,” tutur Dwi.

Momentum Harpelnas juga dimanfaatkan untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan, masukan dan pengalaman peserta. Hal tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki pelayanan.

Dwi menegaskan, perlindungan pekerja juga tidak cukup hanya dengan meningkatkan pelayanan. Kesadaran pekerja dan pelaku usaha terhadap pentingnya kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan harus terus diperkuat.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit aktif melakukan sosialisasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Pada April 2026, BPJS Ketenagakerjaan bersama DPMPTSP Kotim menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha terhadap kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pekerja adalah bagian penting dari pembangunan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan perlindungan. Kami ingin semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dan terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Dwi berharap, peringatan Harpelnas tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk terus mendengar dan memenuhi kebutuhan peserta.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus belajar dan mendengarkan. Kami ingin mengetahui apa yang dibutuhkan peserta sehingga kami dapat terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Di tengah kepungan kabut asap, pembagian masker BPJS Ketenagakerjaan menjadi pesan bahwa kehadiran lembaga pelayanan publik tidak semata-mata berbicara mengenai administrasi dan kepesertaan. Lebih dari itu, pelayanan juga menyangkut kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

“Ke depan, kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin hadir bukan hanya ketika peserta datang ke kantor, tetapi juga hadir melalui berbagai bentuk pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat,” pungkas Dwi.rls/red

 

-
-
-