
Bupati Hj Nurhidayah Tinjau Lang lokasi Karhutla untuk memastikan penanganan maksimal. FOTO ISTIMEWA
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, memperpanjang status tanggap darurat bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhitung tanggal 4 Sampai dengan tanggal 18 September 2026, langkah ini diambil mengingat masih banyak titik hotspot.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, menyampaikan bahwa penetapan Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat berdasarkan surat Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor : 300.2.3/122/BPBD.IV.2/2026 Tanggal 7 sampai dengan 20 Agustus 2026
Kemudian, penetapan perpanjangan Status Tanggap darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat berdasarkan Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor : 300.2.3/123/BPBD.IV.2/2026, Tanggal 21 Agustus sampai dengan 3 September 2026.
“Berdasarkan rapat kordinasi bersama pimpinan, maka di putuskan kembali perpanjangan status terhitung tanggal 4 sampai dengan tanggal 18 September 2026,” ujar Samuel, Jumat (4/9/2026).
Samuel menyampaikan penanganan karhutla dilaksanakan secara sinergitas yang kuat, dimana semua laporan dan tindak lanjut penanganan karhutla melalui satu komando, Pos Komando Siaga Bencana Karhutla di bawah komando Bupati Kobar sebagai Komandan, sehingga semua penanganan atas instruksi pimpinan.
“Ibu Bupati sangat aktif dan selalu mengingatkan kami untuk segera tindak lanjuti setiap laporan, dan juga ibu Bupati pun meminta dalam penanganan keselamatan masyarakat dan tim yang paling prioritas, beliau selalu mantau setiap perkembangan karhutla, bahkan ibu turun langsung melihat kondisi karhutla,” ujar Samuel.
Samuel menyampaikan jumlah titik hotspot hingga tanggal 4 September sebanyak 1881 hotspot dan total lahan yang terbakar seluas 1.808,98 hektare, atas pertimbangan tersebut maka perpanjangan status tanggap darurat agar penanganan lebih maksimal.
Dimana, lanjut Samuel, titik dengan luasan kebakaran terluas yakni Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama mulai KM 13 sampai dengan KM 16, Waktu Kejadian mulai 11 Agustus hingga saat ini, total Luas Terbakar seluas 345,68 Hektare.
Selain itu, jalan Jendral Sudirman ( desa Karanganyar – desa Kumpai Batu Bawah), waktu kejadian tanggal 4 sampai dengan 29 Agustus 2026 dengan luas yang terbakar mencapai 102 Hektare, dan jalan Padat Karya I, Kelurahan Candi Kecamatan Kumai, Waktu Kejadian tanggal 4 Agustus sampai dengan 8 Agustus 2026 dengan luas yang terbakar mencapai 78,50 Hektare.
“Penanganan karhutla di Kobar didukung oleh 531 personil yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, MPA, Tenaga Kesehatan, Huma Singgah Itah, Dinas Sosial, Tagana dan Damkar, kekuatan kami didukung juga oleh sarana prasarana sebanyak 60 unit mobilisasi pemadaman darat, 129 unit sarana prasarana portable pemadaman darat, ” ujar Samuel.
Kekuatan penanganan karhutla diwilayah Kobar ini lanjut Samuel, karena banyaknya dukungan dari masyarakat, yang dengan sukarela menyampaikan bantuan logistik untuk kebutuhan dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial.
“Ibu Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas semua bantuan yang telah disalurkan ke dapur umum, karena bantuan untuk kebutuhan logistik dapur umum sangat memberikan manfaat bagi Tim Satgas Karhutla,” imbuh Samuel.
Sementara itu, untuk anggaran untuk penanggulangan bencana karhutla ini anggaran yang disiapkan sebesar Rp 904,5 juta, terealisasi sebesar Rp 733,4 juta atau sebesar mencapai 86,03 persen. (yulia /jsi-red)











