-
Spirit Kalteng

800 Hektare Lahan Terdampak, Karhutla Ancam Taman Nasional Sebangau

203
×

800 Hektare Lahan Terdampak, Karhutla Ancam Taman Nasional Sebangau

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya kembali menjadi perhatian serius. Kali ini, kobaran api di kawasan Kilometer 23 menjadi prioritas penanganan lantaran lokasinya berada tak jauh dari kawasan Taman Nasional Sebangau.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperkuat upaya pemadaman untuk mencegah api merambat lebih luas dan mengancam kawasan konservasi tersebut.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, posisi titik kebakaran yang relatif dekat dengan Taman Nasional Sebangau membuat penanganan di Kilometer 23 mendapat perhatian khusus.

“Beberapa hari ini kita fokus di Kilometer 23, karena di situ mendekati taman nasional,” kata Zaini seusai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk mengendalikan api. Personel TNI, Polri, Manggala Agni hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilibatkan dalam operasi pemadaman di lapangan.

“Semua sumber daya kita arahkan ke sana. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, kita lakukan upaya-upaya pemadaman agar tidak sampai merambat lebih jauh ke taman nasional,” ujarnya.

Zaini menyebut, secara kumulatif luas lahan yang terdampak karhutla di Kota Palangka Raya kini telah mencapai sekitar 800 hektare. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama karena masih terdapat sejumlah titik kebakaran yang membutuhkan penanganan.

Ia menegaskan, konsentrasi pemadaman tidak hanya dilakukan di Kilometer 23. Tim gabungan juga terus bergerak ke lokasi lain yang masih ditemukan kebakaran.

“Walaupun di beberapa titik juga masih ada terjadi kebakaran, tim-tim kita juga bersama-sama melakukan kegiatan pemadaman,” sebutnya.

Pemko Palangka Raya juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta berbagai unsur terkait. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat dan kebakaran tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Kawasan Taman Nasional Sebangau menjadi perhatian karena memiliki ekosistem penting. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kobaran api tidak sampai memasuki kawasan tersebut.

Penanganan karhutla pun akan terus dilanjutkan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan risiko meluasnya kebakaran bisa ditekan. nws/fwa-red

 

-
-
-