PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Palangka Raya tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai penyebab kebakaran lahan yang terjadi. Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan, DPRD Palangka Raya meminta aparat tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya pihak yang sengaja membakar lahan untuk membuka area.
Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya Sigit Widodo, menilai dugaan tersebut perlu mendapat perhatian serius dan ditelusuri melalui penyelidikan aparat berwenang.
Menurutnya, kondisi cuaca di Palangka Raya yang pada siang hari berada di kisaran 35 derajat Celsius dinilai belum cukup menjadi alasan untuk menyimpulkan material tertentu dapat terbakar dengan sendirinya.
Sigit menegaskan, pihaknya tidak berada pada ranah untuk memastikan penyebab kebakaran. Namun, indikasi yang muncul menurutnya patut menjadi bahan penyelidikan agar penyebab sebenarnya dapat diketahui secara terang.
Ia meminta aparat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan tidak mengabaikan kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan.
“Jangan sampai apa yang sudah kita lakukan sudah luar biasa besar untuk masyarakat, tapi ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,” tegasnya, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, apabila benar terdapat oknum yang sengaja melakukan pembakaran dengan tujuan membuka lahan, tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat. Asap yang ditimbulkan kebakaran lahan dapat menyebar luas dan mengganggu kualitas udara, sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Jangan sampai ada yang memperkeruh keadaan dengan melakukan pembakaran supaya lahannya bisa terbuka. Ini sangat melukai seluruh hati masyarakat. Asapnya luar biasa dampaknya,” katanya.
Di sisi lain, Sigit mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Selama kualitas udara belum membaik, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker yang sesuai standar, seperti KN95, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi serta mengonsumsi vitamin guna membantu menjaga kondisi tubuh.
“Jadi kita hanya bisa melakukan preventif dengan menjaga diri kita masing-masing,” ujarnya.
Sigit menambahkan, penanganan kebakaran tetap menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah dan petugas di lapangan terus berupaya melakukan pemadaman, sementara masyarakat diharapkan ikut membantu sesuai kemampuan dan menjaga lingkungan sekitar agar tidak muncul titik api baru. nws/fwa-red











