-
Spirit Kalteng

UDARA PALANGKA RAYA BERBAHAYA, RATUSAN RIBU WARGA PALANGKA RAYA TERANCAM ISPA

280
×

UDARA PALANGKA RAYA BERBAHAYA, RATUSAN RIBU WARGA PALANGKA RAYA TERANCAM ISPA

Sebarkan artikel ini
UDARA PALANGKA RAYA BERBAHAYA, WARGA PALANGKA RAYA TERANCAM ISPA-Partikulat halus atau PM2.5 pada Jumat (18/9/2026) pukul 11.00 WIB tercatat capai 814,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³)
-

PALANGAK RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali berada pada kondisi mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada Jumat (18/9/2026) pukul 11.00 WIB tercatat mencapai 814,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan grafik pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya telah berada pada level berbahaya sejak tengah malam. Angka tertinggi terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, yang diperkirakan mencapai sekitar 870 µg/m³ berdasarkan ketinggian batang grafik pemantauan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Renianata, menyampaikan, angka 814,2 µg/m³ merupakan data yang tercantum secara langsung pada tampilan pemantauan pada pukul 11.00 WIB. Sementara angka per jam lainnya dibaca berdasarkan perkiraan ketinggian pada grafik.

Renianata mengatakan, alat pemantau PM2.5 yang tersedia di Kalimantan Tengah saat ini berada di wilayah Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Sedangkan untuk parameter jarak pandang, kondisi kurang dari 1 kilometer terpantau di sejumlah wilayah.

“Untuk kualitas udara, alat PM2.5 hanya ada di wilayah Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Kalau untuk pantauan jarak pandang kurang dari 1 kilometer terpantau di wilayah kabupaten/kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Barito Selatan dan Barito Utara,” kata Renianata saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (18/9/2026).

Tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut tidak terlepas dari kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Khusus Kota Palangka Raya, aktivitas titik panas atau hotspot masih terpantau cukup tinggi.

“Untuk wilayah Palangka Raya, saat ini kita termasuk empat besar wilayah dengan hotspot terbanyak di Kalimantan Tengah. Jadi, dari pantauan kami, hotspot di Palangka Raya masih cukup banyak,” ungkapnya.

Selain asap yang berasal dari kebakaran di wilayah Palangka Raya, kondisi arah angin juga berpotensi memengaruhi kualitas udara. Saat ini angin bergerak dari arah tenggara sehingga terdapat kemungkinan asap dari wilayah sekitar masuk ke Palangka Raya.

“Selain banyak terjadi kebakaran di wilayah Palangka Raya, kondisi angin saat ini juga bergerak dari arah tenggara. Sehingga ada potensi Palangka Raya mendapat kiriman asap dari daerah atau kabupaten sekitar, dalam hal ini dari Pulang Pisau,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika konsentrasi asap dan partikulat meningkat. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai juga diperlukan sebagai langkah perlindungan.

Renianata menambahkan, berdasarkan akumulasi pemantauan hotspot sejak Januari melalui laman BMKG, terdapat empat kabupaten/kota yang secara relatif memiliki jumlah hotspot lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya.

Keempat wilayah tersebut yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kapuas dan Kota Palangka Raya. Jumlah hotspot di wilayah-wilayah tersebut relatif lebih banyak dibandingkan sejumlah kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah.

“Kalau berdasarkan akumulasi sejak Januari, hotspot yang kami pantau melalui website BMKG menunjukkan ada empat besar kabupaten dan kota dengan jumlah hotspot relatif lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-