-
Spirit Kalteng

Teras Mantapkan Nilai-nilai Kebangsaan di PGRI Palangka Raya

89
×

Teras Mantapkan Nilai-nilai Kebangsaan di PGRI Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang digelar bersama Agustin Teras Narang, Anggota DPD RI Dapil Kalteng di Palangka Raya, baru-baru ini. FOTO HUMAS TERANG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Perhatian pada isu disintegrasi bangsa akibat tuntutan pendirian negara sendiri, isu kerukunan sosial di tengah perbedaan identitas, pelestarian bahasa Dayak, hingga pentingnya penguatan kembali pendidikan Pancasila dalam banyak mata pelajaran di lembaga pendidikan menjadi atensi keluarga besar PGRI Kota Palangka Raya.

Hal itu mengemuka dalam pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang digelar bersama Agustin Teras Narang, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (DPD RI Dapil Kalteng) di Palangka Raya, baru-baru ini.

Teras kemudian menjelaskan, pemantapan nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika ini makin menantang. Terutama karena digelar di tengah kepungan asap imbas kebakaran hutan dan lahan.

‎”‎Saya tak lelah menyampaikan pentingnya bagi setiap warga negara Indonesia, juga para guru, agar memiliki keyakinan serta rasa mantap mengamalkan nilai kebangsaan. Ini adalah bekal yang sangat mendasar agar setiap anak bangsa, Indonesia, sungguh mencintai negeri ini, bahkan saat tantangan dan masalah makin terlihat nyata,” ujar Teras.

Dalam hal ini, lanjut Senator Kalteng tersebut, peran guru sebagai pendidik, sangatlah penting untuk menularkan pemahaman dan keteladanan nilai kebangsaan ini pada generasi muda kita, termasuk yang diamanahkan pada mereka.

‎‎Dalam praktiknya, imbuh Teras, seringkali masalah yang diberi perhatian oleh para pendidik ini juga datang dari lemahnya nilai kebangsaan dan menguatnya ego pribadi serta kepentingan golongan. Risikonya, bisa berdampak jauh hingga disintegrasi sebagaimana tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa kita yang mestinya juga diperhatikan sungguh oleh pemerintah.

‎”‎Saya menaruh harapan besar pada ibu dan bapak guru, bahwa dalam tantangan yang juga mereka hadapi, agar tidak jemu dan tetap semangat menanamkan serta memantapkan nilai kebangsaan pada siswa-siswi yang mereka didik. Sehingga ilmu pengetahuan yang diajarkan dapat dilandasi nilai kebangsaan yang sungguh dapat berguna bagi kebaikan daerah, bangsa, serta negara kita tercinta,” katanya.

‎‎Untuk bisa menghadapi tantangan dalam soal kerukunan sosial, ia menekankan agar semua pihak juga dapat sama-sama memahami serta menghormati hukum yang berlaku.

‎‎”Harapan saya, seluruh pemahaman dan sejarah yang dijabarkan terkait nilai-nilai kebangsaan, kiranya memantapkan kembali para pendidik kita dalam mengabdikan diri di bidang yang paling vital untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia ini. Demikian agar kita tetap memiliki harapan di tengah beragam tantangan saat ini,” ungkapnya.

Teras mengajak mari mencintai daerah dan negara kita dan menanamkannya dengan baik di ruang pendidikan. Agar generasi muda kita, memiliki kesadaran untuk memperjuangkan persatuan dan kesatuan yang didasari oleh semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ‎Kalau bukan kita, siapa lagi? ‎Kalau bukan sekarang, kapan lagi? hil-red

 

-
-
-