-
Spirit Kalteng

Udara Sangat Berbahaya, Warga Palangka Raya Kembali Bernafas dengan Asap Karhutla

195
×

Udara Sangat Berbahaya, Warga Palangka Raya Kembali Bernafas dengan Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
ASAP TEBAL-Pengendara tetap melintas di tengah pekatnya kabut asap menyelimuti di ruas Jalan Kota Palangka Raya, Selasa (29/9/2026). FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah sempat berangsur menipis dalam beberapa hari terakhir, kabut asap di Kota Palangka Raya kembali menebal pada Selasa (29/9/2026).

Memburuknya kondisi udara ini juga tercermin dari hasil pemantauan partikulat halus atau PM2.5. Konsentrasinya melonjak hingga mencapai 1.320 mikrogram per meter kubik (µg/m³) sekitar pukul 11.00 WIB.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Kondisi ini kembali menjadi perhatian setelah sebelumnya udara di Palangka Raya sempat terlihat lebih baik dan kabut asap berangsur normal.

Kabut asap yang kembali pekat tidak hanya membuat pandangan terbatas. Pengguna jalan juga harus lebih waspada karena jarak pandang yang hanya sekitar 200 meter dapat mengganggu visibilitas saat berkendara, terutama ketika melintasi kawasan yang diselimuti asap.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika Priti, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya kembali berada pada level sangat tinggi.

“Konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya pada Selasa terpantau cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan, konsentrasi tertinggi mencapai sekitar 1.320 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB,” kata Ika saat dikonfirmasi Tabengan.

Berdasarkan grafik pemantauan, tingginya konsentrasi PM2.5 sebenarnya sudah terlihat sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 260 µg/m³.

Konsentrasi kemudian mengalami fluktuasi sepanjang pagi. Pada pukul 09.00 WIB, angkanya meningkat hingga sekitar 540 µg/m³. Hanya dalam waktu satu jam, konsentrasi kembali melonjak dan mendekati 950 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB.

Peningkatan semakin tajam hingga mencapai titik tertinggi sekitar pukul 11.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 1.320 µg/m³.

Memasuki pukul 12.00 WIB, konsentrasi memang mulai menurun. Namun, penurunannya belum signifikan karena masih berada pada angka 1.010,4 µg/m³ dan tetap menunjukkan kondisi udara yang sangat buruk.

“Walaupun pada pukul 12.00 WIB terjadi penurunan, konsentrasi PM2.5 masih berada pada level yang sangat tinggi,” ujarnya.

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kualitas udara buruk antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun jantung.

Dengan kembali memburuknya kualitas udara, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat.

“Untuk kondisi seperti ini, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan asap secara langsung. Penggunaan masker juga dapat dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikulat,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-