JAKARTA/TABENGAN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat paripurna DPR, Kamis (1/10/2026).
Persetujuan tersebut diambil setelah Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman membacakan laporan hasil pembahasan pemberhentian Listyo, sekaligus hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Suyudi yang juga bos Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Apakah laporan Komisi III DPR atas hasil pembahasan pemberhentian dengan hormat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dapat disetujui?” ujar Puan saat memimpin rapat paripurna, Kamis.
Setelah itu, Puan meminta persetujuan peserta rapat terkait pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.
“Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, apakah dapat disetujui?” kata Puan. “Setuju,” jawab peserta rapat.
Penunjukkan dan pengangkatan Suyudi menjadi akhir bagi Listyo di posisi tertinggi Korps Bhayangkara. Listyo Sigit sendiri merupakan nama kedua yang paling lama menjabat sebagai Kapolri setelah Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
Ia sudah menjabat sejak pelantikannya 27 Januari 2021. Artinya per Kamis (1/10/2026), Listyo Sigit sudah menjabat sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara selama 5 tahun, 8 bulan, 4 hari.
Ia pertama kali dilantik oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (27/1/2021). Masa jabatan yang mencapai lima tahun lebih juga membuat Listyo Sigit menjadi Kapolri terlama sepanjang era Reformasi.
Ia melampaui Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar yang memimpin Polri sejak 29 November 2001 hingga 7 Juli 2005. Listyo Sigit juga sudah melalui dua masa kepresidenan, yakni Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun pada Kamis (1/10/2026), DPR menerima surat presiden (surpres) terkait pengusulan nama Suyudi sebagai calon Kapolri. Dalam surpres tersebut juga memuat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri.
“Pimpinan dewan mengucapkan selamat kepada calon Kapolri semoga saudara dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, profesional, berintegritas, dan amanah. Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar,” kata Puan.
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994. Selama berkarier di Korps Bhayangkara, Suyudi memiliki pengalaman panjang dalam penugasan di bidang reserse.
Suyudi mengawali karirnya di bidang reserse dengan menjabat sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Jabatan di sejumlah Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya mulai dari Kapolsek Pasar Minggu hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat juga pernah diembannya.
Di tahun 2011, Suyudi dipercaya sebagai Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat pada tahun 2017 dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya di tahun 2019.
Deretan jabatan strategis di Bareskrim Polri juga pernah dipegang Suyudi. Dia pernah menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri dan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri masing-masing di tahun 2020.
Suyudi lalu dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya pada tahun 2023. Jabatan itu membuat ia resmi menyandang pangkat jenderal polisi bintang satu atau Brigadir Jenderal.
Dia satu tahun menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Di tahun 2024, Suyudi lalu diangkat promosi sebagai Kapolda Banten. Pangkatnya pun kembali naik sebagai Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Suyudi lalu dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya pada tahun 2023. Jabatan itu membuat ia resmi menyandang pangkat jenderal polisi bintang satu atau Brigadir Jenderal.
Dia satu tahun menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Di tahun 2024, Suyudi lalu diangkat promosi sebagai Kapolda Banten. Pangkatnya pun kembali naik sebagai Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Dengan segudang pengalaman tersebut, Suyudi kemudian dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Pelantikan Suyudi Ario Seto ini berdasarkan Keppres nomor 118 TPA tahun 2025 tentang pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam jabatan tinggi utama di lingkungan BNN. kompas.com/detik.com-red











