SIGAP TANGANI KARHUTLA-PT HGE dan Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla Selama Dua Pekan. FOTO ISTIMEWA
BUNTOK/TABENGAN.CO.ID– Tim gabungan PT Heroes Green Energy (HGE) bersama Manggala Agni Kalimantan IV berjibaku melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 September 2026.
Operasi gabungan tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Malitin dan Janggi, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, yang merupakan kawasan hutan. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di tengah kondisi musim kemarau.
Dalam operasi tersebut, PT HGE mengerahkan tim Fire & Rescue, empat unit dump truck, dua unit excavator serta dukungan logistik untuk menunjang kegiatan pemadaman di lapangan. Sementara dari Manggala Agni Kalimantan IV diterjunkan sebanyak tujuh personel dalam satu tim.
General Manager PT Heroes Green Energy, Najamudin, mengatakan operasi gabungan tersebut difokuskan pada penanganan titik api yang telah terdeteksi sejak sekitar 28 Agustus 2026.
“Operasi dari tanggal 15 sampai 28 September ini kami fokuskan pada pemadaman titik hotspot yang sudah ada sekitar tanggal 28 Agustus 2026, yang sebelumnya juga sudah ditangani oleh pihak perusahaan PT Heroes Green Energy,” ujar Najamudin.
Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan dan Manggala Agni selama dua pekan tersebut berjalan efektif dalam menangani kebakaran di lapangan.
Alhamdulillah, kolaborasi ini berjalan efektif,” katanya.
Selama operasi berlangsung, tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik api yang berada di kawasan lahan gambut dan hutan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Operasi gabungan kemudian berakhir setelah hujan turun di lokasi kebakaran dan membantu proses pendinginan serta pemadaman titik api.
Kepala Operasi (Kadaop) Manggala Agni Kalimantan IV, Abdur Rochim, mengapresiasi dukungan dan keterlibatan langsung PT HGE selama pelaksanaan operasi.
“Sinergi PT HGE luar biasa. Selama 15 sampai 28 September 2026, mereka standby bersama kami. Ini bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat dari bahaya kabut asap,” tegas Abdur Rochim.
Ia menilai keterlibatan perusahaan dalam operasi tersebut tidak sebatas memberikan dukungan peralatan, tetapi juga terlibat langsung bersama petugas dalam penanganan karhutla di lapangan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT HGE melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla serta perlindungan lingkungan.
“Menjaga alam, melindungi masa depan,” menjadi komitmen yang diusung PT HGE dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.pea/rca-red











