-
Spirit Kalteng

BMKG: Hujan Lokal Sudah Mulai, Merata Diprediksi Akhir Oktober

258
×

BMKG: Hujan Lokal Sudah Mulai, Merata Diprediksi Akhir Oktober

Sebarkan artikel ini
Kabut asap melanda Kota Palangka Raya. tampak di jalan Adonis Samad. foto tabengan/doddy
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kondisi kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya. Hingga Jumat (2/10/2026) pukul 14.30 WIB, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 250 meter, sementara konsentrasi partikulat tercatat mencapai sekitar 260 µg/m³ dan masuk kategori kualitas udara berbahaya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra Mukti menyampaikan bahwa hujan yang terjadi pada Kamis (1/10/2026) malam, disebut bersifat lokal. Hujan hanya terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya sekitar Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

“Kemarin malam hujan lokal saja, di sekitar wilayah Kecamatan Jekan Raya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut masih dipengaruhi oleh asap yang cukup pekat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca maupun dampak yang ditimbulkan akibat kabut asap.

Chandra mengatakan bahwa potensi hujan dalam sepekan ke depan di wilayah Kalteng masih cenderung bersifat lokal. Kondisi tersebut belum menunjukkan pola hujan yang persisten dan merata di seluruh wilayah.

“Potensinya hanya hujan lokal saja,” katanya.

BMKG juga memprakirakan musim hujan di Kalteng baru akan mulai lebih terasa pada akhir Oktober hingga awal November. Dengan demikian, dalam satu minggu ke depan masyarakat masih perlu mewaspadai kondisi kering serta potensi peningkatan titik panas dan kabut asap.

Di sisi lain, akumulasi titik panas (hotspot) yang terdeteksi saat ini mencapai 4.196 titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah masih pekatnya asap di sejumlah wilayah Kalteng.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi dalam durasi singkat. Hujan dengan karakteristik tersebut berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Sementara itu, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Terlebih dengan jarak pandang yang sangat terbatas, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami minta masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, serta potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalteng,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-