-
Spirit Kalteng

Satu Kru Helikopter MI-17V5 Belum Ditemukan, Gubernur, Pangdam dan Kapolda Turun Langsung ke Lokasi Pimpin Pencarian

68
×

Satu Kru Helikopter MI-17V5 Belum Ditemukan, Gubernur, Pangdam dan Kapolda Turun Langsung ke Lokasi Pimpin Pencarian

Sebarkan artikel ini
-

Belum Berhasil Dievakuasi-Gubernur, Pangdam dan Kapolda Turun Langsung ke Lokasi Pimpin Pencarian. FOTO TABENGAN/ZULKARNAIN

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Upaya evakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17V5 di perairan Kabupaten Seruyan masih terus dilakukan. Hingga Kamis (5/11/2026), satu kru yang menjadi korban belum berhasil dievakuasi dan diduga masih berada di dalam kabin helikopter yang tenggelam.

Penanganan di lokasi kejadian mendapat perhatian langsung dari Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan. Keduanya bertolak menuju lokasi setelah melepas keberangkatan dua jenazah korban dari Bandara Kuala Pembuang.

Pangdam menyampaikan bahwa tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap satu kru yang berada di dalam badan helikopter. Pihaknya berharap proses tersebut dapat diselesaikan pada hari yang sama.

“Ini masih proses pencarian. Mudah-mudahan hari ini bisa kita keluarkan dari pesawat yang di dalam air,” ujarnya kepada awak media.

Dukungan terhadap proses pencarian juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan. Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agus Supriadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kapal berukuran besar serta peralatan selam untuk membantu proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas. Saat ini proses penyelamatan dilakukan di titik lokasi, karena masih ada satu orang yang terjepit di dalam kabin helikopter,” ungkap Agus.

Menurutnya, proses penanganan melibatkan sejumlah unsur, termasuk BPBD, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat. Seluruh personel gabungan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang belum berhasil dikeluarkan dari badan helikopter.

Agus juga menjelaskan, titik jatuhnya helikopter berada sekitar 11 kilometer ke arah barat dari Pelabuhan Segintung. Lokasi tersebut merupakan kawasan perairan yang cukup dalam dan tidak jauh dari teluk yang biasa digunakan untuk mengambil air menggunakan water bucket saat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau informasinya tidak terlalu jauh dari bibir pantai. Namun, posisi pengambilan air memang agak ke dalam. Diperkirakan jaraknya lebih dari satu kilometer dari bibir pantai,” jelasnya.

Hingga Kamis siang, tim gabungan masih memusatkan upaya penanganan di lokasi kejadian guna mengevakuasi satu kru yang belum berhasil diselamatkan.zul/jsi-ref

-
-
-