-
Kotawaringin Timur

Heboh! Penderita Corona Ada di Kalteng?

31
×

Heboh! Penderita Corona Ada di Kalteng?

Sebarkan artikel ini
-

SAMPIT/tabengan.co.id – Media sosial dihebohkan dengan adanya gambar peta dengan simbol titik merah yang dianggap oleh sejumlah warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai pendeteksi adanya penderita virus Corona di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejumlah warga menduga virus Corona sudah masuk di Kalteng dengan melihat gambar tersebut.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sampit Agus Syah Fiqhi mengaku tidak mengetahui gambar tersebut. Menurutnya, gambar itu bukan menggambarkan adanya deteksi penderita Corona.

“Gambar apa ya itu, saya belum tahu. Seperti bukan (deteksi penderita Corona) warga jangan mudah percaya,” katanya kepada Tabengan, Selasa (3/3).

Ia mengimbau kepada warga agar tidak mengonsumsi berita-berita hoaks yang beredar tentang virus Corona. Melainkan hendaknya warga dapat mengakses pada situs-situs resmi milik pemerintah yang sudah tentu informasi yang didapat akurat dan terpercaya.

“Percaya informasi dari situs resmi saja, jangan informasi dari situs yang belum tentu kebenarannya langsung ditelan. Tapi harus disaring dulu,” tuturnya.

Saat ini pasca-diumumkannya virus Corona sudah masuk di Indonesia, pihaknya memperketat pemeriksaan dan pengawasan di Pelabuhan Sampit dan Bandara H Asan Sampit.

Di Bandara, pengawasan menggunakan alat thermoscanner portable pada penumpang kedatangan dari Pulau Jawa. Meski bukan Bandara internasional, Bandara H Asan mendapatkan pengawasan sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jendral Pencegahan Pengendalian Penyakit.

KKP Sampit juga terus memantau aktivitas dan kesehatan para awak kapal asing yang masuk dari Pelabuhan Sampit. Sejauh ini kapal asing yang berasal dari China masih melakukan aktivitas. Dari 31 Januari hingga 3 Maret total sudah 8 kapal asing dari China yang datang.

“Namun, kapal asing dari China ini juga sudah mendapat pemeriksaan dari tempat transit, kapal yang datang ini bukan dari daerah Wuhan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa kriteria warga yang dirujuk ke rumah sakit jika baru datang bepergian dari luar negeri. Di antaranya suhu badan yang mencapai 38-39 derajat. Sebelumnya, kata dia, pernah terjadi kasus dugaan warga yang baru datang dari perjalanan umrah. Ia lalu dirujuk ke RSUD dr Murjani. Namun, hasil dari pemeriksaan laboratorium ternyata kondisinya aman hanya terserang penyakit influenza biasa.

“Sejauh ini dari pemeriksaan kapal asing tidak ada kita temui kasus. Semoga saja di tempat kita ini selalu aman,” harapnya. c-may

-
-
-