-
Spirit Kalteng

2 Pasien Positif Covid-19 Habis dari Luar Daerah

35
×

2 Pasien Positif Covid-19 Habis dari Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng Leonard S Ampung menjelaskan, kedua pasien yang dinyatakan positif Covid-19 berasal dari Kota Palangka Raya dan berjenis kelamin laki-laki.

Kedua pasien tersebut sebelumnya diketahui melakukan perjalanan dari luar daerah. Satu orang habis umrah dan satu orang lainnya dari Pemalang-Jakarta-Palangka Raya.

“Satu selesai umrah, sedangkan satunya dari Pemalang-Jakarta-Palangka Raya,” ujar Leonard yang juga sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Kalteng, saat jumpa pers di Kantor Gubernur, Jumat (20/3).

Dijelaskannya, pasien ke-15 sempat dipulangkan, karena konfirmasi pertama hasil pemeriksaannya negatif. Namun, pada konfirmasi kedua, hasilnya positif, sehingga yang bersangkutan kembali dibawa ke rumah sakit.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul mengaku tidak bisa memberikan penjelasan terkait perbedaan hasil pemeriksaan sampel pertama dan kedua pada pasien ke-15, karena itu kewenangan pemeriksa.

Namun untuk melakukan pemeriksaan tersebut, ujar Suyuti, pihaknya mengirim dua sampel. Sampel pertama akan diperiksa dan hasilnya disampaikan ke pihaknya, dan sampel kedua disimpan sebagai pembanding.

Disinggung terkait pasien 15 yang sempat dipulangkan, Suyuti mengatakan, prinsipnya orang yang keluar rumah sakit itu tidak boleh beraktivitas dan dilakukan isolasi mandiri, sehingga diminta untuk berada di ruangan sendiri di rumahnya selama 14 hari sejak keluar.

“Termasuk tidak boleh menggunakan pakaian, peralatan makan dan minum yang sama dengan orang lain, sehingga harapan kita kontaknya dengan orang lain tidak begitu banyak,” kata Suyuti.

Kendati demikian, pihaknya meminta agar orang yang pernah kontak dengan kedua pasien tersebut untuk melapor. Kalau ada muncul tanda-tanda Covid-19, maka akan dilakukan penanganan.

“Namun tidak semua orang yang kontak tersebut kita isolasi, tapi menjadi orang dengan pemantauan. Kecuali kalau ada muncul tanda-tanda yang harus dirawat, maka akan kita tempatkan sebagai pasien dalam pengawasan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Palangka Raya sudah menjadi daerah merah, maka dimohon agar tidak keluar daerah dulu kalau tidak perlu. Dan mohon yang dari luar tidak usah datang ke Palangka Raya kalau tidak perlu.

“Kita diharapkan membatasi diri sendiri dari daerah-daerah yang sudah terjangkit, termasuk Palangka Raya,” ujarnya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya Yayu Indriaty mengatakan, pasien 15 tersebut sempat dipulangkan selama 2 hari, karena berdasarkan hasil kontak dengan Likbang, Kementerian Kesehatan, hasil pemeriksaannya negatif.

“Namun, pada konfirmasi kedua, Jumat, disampaikan bahwa pemeriksaan kedua hasilnya positif. Ketika mendapatkan informasi tersebut, kita segera kontak yang bersangkutan dan yang bersangkutan ada di rumah. Secara persuasif kita kembalikan ke rumah sakit dan saat ini sudah di rumah sakit,” kata Yayu.

Lebih lanjut Yayu mengatakan, pasien 14 tidak dipulangkan, karena hasilnya baru keluar kemarin. Sedangkan pasien 15 itu yang sempat dipulangkan dan kembali ke rumah sakit.

“Kondisi pasien stabil, namun karena dalam kedaan positif, sehingga perlu mendapatkan terapi dari kita dan untuk menghindari kontak dengan yang lain, makanya kita minta masuk ke rumah sakit untuk dilakukan terapi yang sesuai dan mereka diisolasi di dalam ruangan berbeda, satu-satu,” ujarnya. dkw

-
-
-