KASONGAN/tabengan.co.id- AR alias Landom (43), pelaku yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, ditemukan tewas di ruang tahanan Blok I Mapolres Katingan, Sabtu (19/2) sekitar pukul 04.50 WIB.
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK.
“Pelaku AR masuk tahanan di Mapolres Katingan pada 12 Januari lalu terhitung 39 hari dan AR masuk ke tahanan setelah diswab antigen dan dinyatakan sehat. Pelaku AR ini diduga telah melakukan perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” kata Sonny.
Menurut Sonny, pelaku AR yang meninggal dunia di ruang tahanan Mapolres sebelumnya mengalami kejang-kejang, kemudian sempat dibawa ke Puskesmas Kereng Pangi dan dinyatakan meninggal dunia.
Lanjut Sonny, dari hasil autopsi luar oleh dokter tidak ditemukan luka memar akibat kekerasan baik benda tumpul ataupun benda tajam. Sedangkan untuk hasil swab dinyatakan negatif.
“Berdasarkan keterangan rekannya satu sel dengan AR yakni NI mengatakan, bahwa dirinya satu ruang sel 9 orang, termasuk AR. Seperti biasa saat subuh melaksanakan salat subuh berjemaah bersama para tahanan yang lain, lalu masuk ke dalam sel untuk untuk melanjutkan doa dan zikir, kemudian mendengar rekannya membangunkan AR sambil memanggil namanya,” kata Sonny.
Dijelaskan Sonny, saat itu AR dengan posisi tengkurap dan mengalami kejang-kejang, rekan tahanan memanggil namanya namun tidak ada respons. Kemudian mereka membalikkan badannya dan memegang urat nadi, namun sudah tidak ada denyutnya lagi.
Sonny melanjutkan, para tahanan melaporkan ke piket jaga ruang tahanan bahwa ada tahanan yang meninggal dunia. Untuk memastikan kondisinya petugas membawanya ke Puskesmas Kereng Pangi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Setelah dinyatakan meninggal dan autopsi luar oleh pihak Puskesmas, kami memberitahukan pihak keluarga atas kematiannya dan semua perwakilan dari keluarga menyatakan tidak keberatan dan ikhlas atas meninggalnya AR. Almarhum telah dibawa ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan hari ini juga. Dari keterangan keluarganya bahwa almarhum 3 tahun yang lalu pernah mengalami pembengkakan di seluruh badan yang menurut pihak keluarganya diduga ada penyakit ginjal,” ungkap Sonny. c-sus











