+Truk Kontainer Terperosok, Ribuan Kendaraan Macet
PULANG PISAU/tabengan.co.id- Kemacetan panjang terjadi di Jalan Trans Kalimantan ruas Pulang Pisau-Palangka Raya, Rabu (23/2) pagi pukul 09.00 WIB hingga siang pukul 12.30 WIB. Ribuan kendaraan dari Palangka Raya menuju Kota Pulang Pisau maupun sebaliknya, terjebak macet hingga belasan kilometer dari tikungan sebelum Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir hingga Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya.
Penyebabnya, sebuah truk kontainer terperosok di tengah jalan, persis di sebuah tikungan sebelum Jembatan Gohong dari arah Palangka Raya, sekitar pukul 09.00 WIB.
Pantauan wartawan Tabengan yang juga terjebak macet, terlihat truk kontainer itu dari arah Palangka Raya, berniat menghindari jalan rusak sehingga mengambil jalur kanan jalan. Nahas, saat itu justru ban depan truk terperosok ke dalam tanah yang labil.
Akibatnya ruas jalan tertutup penuh, sehingga kendaraan dari Palangka Raya maupun Pulang Pisau tak bisa melintas. Antrean panjang sekitar belasan bahkan puluhan kilometer dari Gohong hingga Garung.
Personel Satlantas Polres Pulang Pisau bersama petugas dari Dinas Perhubungan Pulang Pisau langsung turun ke lapangan. Dua unit alat berat ekskavator dikerahkan untuk membangun mengevakuasi truk kontainer kemudian melakukan perbaikan jalan.
Waktu perbaikan yang cukup lama memicu antrean panjang dari depan gedung Christian Center Desa Gohong hingga Desa Garung. Ribuan kendaraan praktis terjebak di tempat. Sejumlah sopir tampak gusar melihat kondisi jalan yang rusak karena sering dilintasi truk kontainer yang kelebihan muatan.
“Kontainer besar itu rata-rata berat sampai 30 ton. Mereka melintas di jalan ini dengan bebas, padahal di wilayah Kapuas itu ada jembatan timbang tapi mereka tak pernah ditahan,” kata Utuh, sopir travel yang memuat penumpang dari Palangka Raya menuju Banjarmasin.
Utuh yang sering melewati jalan itu, mengaku kejadian ini sudah terjadi 2 kali dalam bulan ini. Sekitar 2 pekan lalu, juga terjadi kemacetan panjang akibat truk kontainer terperosok di tikungan Desa Henda.
Dari pantauan, kondisi ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Pulang Pisau mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik, mulai dari Kota Pulang Pisau hingga Desa Henda. Lubang-lubang besar di beberapa titik Jalan Trans Kalimantan Pulang Pisau-Palangka Raya juga sering memicu seringnya antrean panjang dan juga membahayakan bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulang Pisau Usis I Sangkai melalui Kepala Bidang Bina Marga Denny Eko Setyadi mengatakan, terkait dengan kerusakan di ruas jalan nasional di Desa Henda dan Desa Gohong, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalteng untuk bisa memprioritaskan perbaikan di ruas jalan nasional yang menjadi wewenang Balai Jalan Nasional.
“Kerusakan jalan nasional itu menjadi wewenang mereka, karena jalan itu berlokasi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, maka kami akan segera berkoordinasi,” beber Deni sapaan akrabnya.
Diakui Deni, kerusakan cukup parah di beberapa titik Desa Gohong, Desa Henda, Desa Garong, hingga Desa Saka Kajang.
“Terjadi penurunan kondisi jalan di titik beberapa yang cukup parah, selepas dari Desa Henda sampai Desa Jabiren. Apalagi pasca-banjir tahun kemarin di Desa Tumbang Nusa dan Desa Jabiren,” beber Deni menyampaikan.
“Kita akan bersurat ke Balai Jalan Nasional, untuk menyampaikan permohonan, agar kerusakan jalan tersebut dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Balai Jalan Perbaiki
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 2 Kalteng P Riwanto Marbun mengakui, jalan yang menghubungkan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kapuas terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Dampak dari kerusakan itu terjadi kecelakaan yang menghambat arus transportasi.
Sekarang ini, lanjut Marbun, sudah dilakukan lelang atas proyek pengerjaan jalan yang menghubungkan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kapuas. Anggaran yang dimiliki balai sangat terbatas, sehingga tidak mungkin untuk mengerjakan seluruh jalan tersebut. Sebab itu, hanya dilakukan perbaikan pada sejumlah segmen atau titik saja.
“Tahun 2022 ini, ada sekitar 11 titik atau segmen yang akan dilakukan perbaikan. Seiring dengan perbaikan itu, pemeliharaan tetap dilakukan. Seperti diketahui, ada sejumlah jalan yang sekarang dilakukan perbaikan, baik itu pengerasan ataupun yang lain sebagainya. Ini merupakan langkah yang dilakukan dalam menjaga kondisi jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” kata Marbun, saat dikonfirmasi terkait kondisi jalan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kapuas, Rabu (23/2).
Menurut Marbun, kerusakan jalan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kapuas disebabkan oleh kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL). Sebab itu, pemerintah gencar melakukan penertiban ODOL, yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi penyebab kerusakan jalan. Sekarang ini masih tahap awal perbaikan.
Tim, ungkap Marbun, melakukan verifikasi di lapangan untuk mengetahui titik mana saja yang menjadi skala prioritas untuk dilakukan perbaikan. C-mye/mel/ded











