“Alhamdulillah juga pihak perbankan banyak memberikan bantuan agar Pasar Ramadan tahun ini berjalan sukses. Selain mencoba penerapan sistem transaksi digital melalui QRIS, mereka juga memberikan bantuan berupa spanduk-spanduk sosialisasi dan imbauan disiplin prokes di Pasar Ramadan nanti,” sebutnya.
Hadriansyah mengakui adanya Pasar Ramadan tahun ini, 2 tahun sebelumnya sempat ditiadakan akibat meledaknya kasus pandemi Covid-19, akan menjadi titik balik kembali menggeliatnya perekonomian daerah. Presiden RI Joko Widodo maupun Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin telah menyatakan komitmennya untuk membangkitkan kembali gairah perekonomian namun tetap dengan penerapan prokes yang ketat.
“Pasar Ramadan ini adalah salah satu upaya Pemko meningkatkan kembali geliat ekonomi UMKM. Selain itu, DPKUKMP bersama LKK juga akan mencoba menghitung berapa transaksi keuangan dan putaran uang di tiap kelurahan dan tiap Pasar Ramadan, sebagai bahan evaluasi kami ke depannya serta melihat sejauh mana gairah ekonomi kita kembali seperti sedia kala,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani akan memastikan dan melakukan pengawasan dan asistensi prokes di sejumlah lokasi Pasar Ramadan di kota setempat.
“Pengawasan terhadap protokol kesehatan pasti akan kita lakukan setiap harinya. Karena memang, walau kasus aktif sudah mulai menurun, penggunaan masker tetap harus disiplin. Agar transmisi lokal tidak terjadi,” katanya, kemarin.
Selain itu, jelas Emi, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) agar menegaskan prasyarat wajib vaksin dosis lengkap bagi pedagang dan mengedukasi penerapan prokes secara ketat saat Pasar Ramadan digelar.
“Kami akan memantau melalui data-data yang dimiliki, agar masyarakat terjamin keamanannya dari paparan Covid-19 saat menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, ini perlu kerja sama dari semua pihak, agar saling menjaga,” pungkasnya. rgb
7 Pasar Ramadan Siap Dibuka di Palangka Raya











