Hukrim

Mobil Diduga Pelangsir BBM Terbakar, Sopir Luka Parah

19
×

Mobil Diduga Pelangsir BBM Terbakar, Sopir Luka Parah

Sebarkan artikel ini
Mobil Diduga Pelangsir BBM Terbakar, Sopir Luka Parah
ISTIMEWA TERBAKAR - Petugas ketika berupaya memadamkan kobaran api dari mobil Xenia KT 1866 BR, yang terbakar usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU Jalan Cristopel Mihing, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Sampit, Sabtu (2/4/2022) malam lalu.

SAMPIT/tabengan.co.id – Sebuah mobil Xenia KT 1866 BR, terbakar usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU Jalan Cristopel Mihing, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Sampit, Sabtu (2/4/2022) malam lalu.
Akibatnya, pengemudi mobil Syahrani (53), warga Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, Sampit itu terpaksa dilarikan ke RSUD Dr Murjani Sampit, setelah mengalami luka bakar dari kepala hingga ke bagian tangannya.
Peristiawa kebakaran itu sontak mengundang perhatian warga setempat dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian. Bahkan, satu unit pemadam kebakaran yang dikerahkan di lokasi mengalami trouble tersebut.
Kejadian tersebut sempat diperparah dengan tidak bisa digunakannya mesin pompa air yang salah satu kendaraan pemadam kebakaran, akhirnya petugas pemadam meminta bantuan untuk mengirimkan satu unit armada pemadam kebakaran lagi ke tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, api terus membesar hingga membakar seluruh mobil. Beruntung, saat itu pengemudi mobil sempat dapat menyelamatkan dirinya dengan cara melompat ke jalan.
”Setelah menyelamatkan diri, pengemudinya lalu dibawa ke rumah sakit. Sebab, luka bakarnya cukup parah. Kepala sampai ke tangannya itu terbakar,” kata Atul (25), warga setempat di lokasi kejadian.
Belum diketahui pasti apa penyebab terbakar nya mobil. Namun, menurut kepolisian, hingga Minggu (3/4/2022), pengemudi mobil masih menjalani perawatan di RSUD Dr Murjani Sampit, akibat luka bakar yang dialaminya.
Diduga kuat mobil yang terbakar diduga sebagai mobil pelangsir BBM bersubsidi. Hal itu terbukti dari sebuah tangki BBM yang berukuran besar, dimodif di bagian belakang mobil.
Ada dugaan, sebelum terjadinya kebakaran, mobil tersebut ada mengisi BBM subsidi di SPBU setempat. Namun, saat ditanya awak media tidak ada satu pun petugas SPBU yang bertugas membenarkan hal tersebut. ”Kurang tahu juga mas, soalnya saya sendiri sudah banyak melayani pelanggan, jadi tidak memperhatikan kendaraannya,” kata pihak SPBU yang enggan memberikan identitasnya ini. Prs