Ekobis

TPID Kalteng Terus Pantau Dampak Kenaikan Harga

22
×

TPID Kalteng Terus Pantau Dampak Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yura A. Djalins

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi bulanan terkait perkembangan inflasi di wilayah setempat, baru-baru ini.
Pada Kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yura A. Djalins menyampaikan bahwa konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang diikuti sanksi oleh Amerika Serikat serta beberapa negara di dunia, berdampak pada kenaikan harga energi dunia.
Hal ini dibuktikan dengan menurunnya pasokan minyak dunia yang berdasarkan British Petroleum (BP) Statistical Review of Wold Energy 2021, kontribusi Rusiatercatat 16,6 persen gas alam dan 12,6 persen minyak (oil) secarag global.
Lanjut Yura, dampak konflik Rusia dan Ukraina terhadap kenaikan harga energi, diprakirakan akan kembali berlanjut terhadap inflasi pada April 2022, yang direspon oleh Pemerintah Pusat dengan menetapkan kenaikan harga bahan bakar Pertamax mulai berlaku sejak 1 April 2022.
“Halini tentunya tidak dapat dihindari, namun dapat kita mitigasi melalui sinergi pengendalian inflasi pada level daerah,” ungkap Yura.
Disamping itu, ia membeberkan terkait kebijakan penetapan HET minyak goreng curah dan pelepasan harga minyak goreng kemasan sesuai mekanisme pasar.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada naiknya harga minyak goreng yang tertransmisi kepada produk olahan menggunakan minyak goreng, seperti kue kering berminyak yang menyumbangkan inflasi pada Maret 2022.
“Berdasarkan survei PIHPS Bank Indonesia Kalteng, tercatat harga minyak goreng kemasan di Kalteng meningkat dari Rp19.550/liter pada awal Maret menjadi Rp26.500/liter pada akhir Maret,” bebernya.
Untuk itu, TPID Provinsi Kalteng akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga komoditas dan melakukan serangkaian kegiatan pengendalian inflasi, utamanya yang berfokus pada stabilitas harga dan pasokan komoditas pangan bergejolak (volatile food), selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1443 H.dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *