KASONGAN/tabengan.co.id-Kasus bunuh diri kini terjadi lagi di wilayah Kabupaten Katingan. Kali ini, kasusnya tidak dengan cara gantung diri namun dengan cara meminum cairan beracun untuk mengakhiri hidup.
Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Katingan Tengah dimana korban LN (28) nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan racun jenis Dupont Lannate 25WP, Senin (25/4/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.
Total peristiwa warga yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri sejak Maret hingga April 2022 sudah ada 7 orang, yakni dua di Kecamatan Katingan Tengah, dua di Kecamatan Pulau Malan, dua di Kecamatan Katingan Hilir satu di Kecamatan Tasik Payawan.
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK melalui Kapolsek Katingan Tengah Iptu Affan E Batubara, membenarkan, adanya salah seorang warga dari Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas yang tinggal di wilayah Kecamatan Katingan Tengah mengakhiri hidupnya dengan cara meminum larutan zat beracun jenis racun jenis Dupont lannate 25WP.
“Kita mendapat informasi bahwa adanya seorang warga yang meninggal karena bunuh diri dimana korbannya atas nama LN meminum racun jenis Dupont lannate 25WP disalah satu barak karaoke milik Ar,” kata Iptu Affan Senin (25/4/2022)
Menurut Iptu Affan, sebelum meminum racun jenis Dupont Lannate 25WP korban pada Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 20.00 WIB sudah mencoba meminum Bayclin di barak karoke tersebut.
Lanjut Iptu Affan, saat itu pemilik barak karaoke melihat dari pintu kamar korban mencurigai tingkah laku korban, saat itu langsung pemilik barak langsung mendobrak pintu kamar korban.
“Setelah didobrak pintu kamar korban bersama dua orang saksi melihat korban sudah lemes lalu di bawa ke puskesmas Tumbang Samba untuk pertolongan pertama. Setelah dirawat inap di Puskesmas sekitar pukul 20.30 WIB, keesokan harinya korban keluar dari Puskesmas kembali ke barak karaoke, Senin (25/4/2022) sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Iptu Affan.
Dikatakan Iptu Affan, dari keterangan saksi setelah kembali ke barak karaoke, korban kembali meminum racun jenis Dupont Lannate 25WP melihat korban mengeluarkan busa dari mulut, korban kembali di bawa kembali ke Puskesmas Tumbang Samba. Setelah tiba di Puskesmas korban langsung diberikan pertolongan dari pihak Puskesmas. Namun ternyata nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi.
“Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga mengikhlaskan dan bersedia untuk membuat surat pernyataan tidak akan melaporkan atau melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum. Saat ini korban masih disemayamkan di Puskesmas Tumbang Samba persiapan untuk dibawa ke kampung halaman di Kabupaten Gunung Mas menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban memang depresi,” ungkap Iptu Affan. c-sus











