PALANGKA RAYA-Pemilihan ketua umum Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan digelar 23 Juni melalui kongres luar biasa. Leonard S Ampung yang telah habis masa baktinya menegaskan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai calon ketua.
Leonard menyampaikan, dua periode memimpin Asprov PSSI Kalteng memang dibutuhkan pembiayaan, pengorbanan dan bukan tempat ‘cawe-cawe’, tetapi bisa memberikan yang terbaik untuk membangun sepakbola Kalteng, lebih menghidupkan lagi setelah pandemi ini. Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan, saran dan kritik selama masa kepemimpinannya.
“Saya sampaikan saya cukup dua periode, siapapun yang punya skill yang baik, kecintaan terhadap sepakbola, punya manajemen yang bagus untuk memajukan bola di Kalteng ini silakan beradu visi misi. Tapi yang penting satu catatan saya adalah rela berkorban untuk sepakbola Kalteng. Secara moral saya akan mengawal sampai kongres pemilihan ketua,” kata Leonard, Jumat (27/5/2022).
Sementara itu, Leonard menyadari bahwa kepengurusannya secara administrasi telah berakhir. Leo meminta maaf karena situasi dan kondisi ini, bukan faktor kesengajaan tetapi karena kondisi pandemi, juga di daerah yang lain kondisinya sama. Pihaknya selalu berkonsultasi dengan PSSI Pusat apa yang akan dilakukan karena bukan hanya provinsi Kalteng saja yang berakhir tetapi ada 22 provinsi termasuk Kalteng yang menghadapi permasalahan yang sama.
Namun, PSSI Pusat menyarankan dan menginstruksikan melalui Sekjen bahwa semua administrasi kerja harus tetap berjalan sampai pada pelaksanaan kongres pemilihan. Sebelum adanya kongres pemilihan harus melakukan kongres biasa, itu perintah statuta.
Menurut Leonard, selama dua tahun ini betul-betul terpuruk, secara nasional, bukan hanya Asprov Kalteng saja tetapi juga PSSI pusat sampai ke tingkat liga, kompetisi kecil sekalipun tidak bisa digelar. Pandemi Covid 19 membuat sepakbola seolah-olah tidak bergerak. Dari pengurus Asprov selalu berkonsultasi, berkomunikasi dengan PSSI Pusat apa yang bisa dilakukan di daerah.
Kendati demikian, atas dukungan dari komite eksekutif, semua pengurus PSSI dan klub untuk bisa bertahan di masa pandemi ini dan tetap melakukan kegiatan seperti pengiriman beberapa wakil dari Kalteng kategori usia 13 tahun, 15 tahu , 17 tahun dan juga sepakbola wanita, hal ini sungguh membanggakan bahwa Kalteng masih berkontribusi untuk tim nasional sepakbola Indonesia.
“Dari masa dua tahun ini juga sudah kami melakukan pelatihan wasit tingkat nasional, ini suatu kebanggaan bagi kita, artinya perangkat pertandingan ini bisa berkontribusi ditingkat nasional,” imbuh Leonard.
Dia berharap siapapun yang terpilih bisa memahami statuta karena ini landasan untuk berorganisasi, sudah disahkan pada saat kongres biasa. Selain itu kunci keberhasilan yang menjadi kekuatan ada di kolaborasi, kerjasama yang baik, tingkatkan persatuan dan tidak ada one men show di Asprov PSSI Kalteng, tetapi mengedepankan kebersamaan demi Kalteng.
Selama dua periode ini, banyak hal kekurangan dibawah kepengurusannya dan itu bukan kesengajaan, sebagai manusia biasa atas nama pengurus Leonard mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam, dia berharap kedepan sepakbola Kalimantan Tengah lebih baik lagi dan harus lolos PON.
Sudah lolos sepakbola putri dan ini sejarah, dari Asprov yang baru nanti ada targetnya. Tentunya ini harus didukung semua pihak, baik klub, sekolah sepakbola maupun semua pegiat sepakbola di Kalteng. yml











