PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Banjir yang melanda Kota Palangka Raya terus meluas. Jika sebelumnya hanya merendam 5 kelurahan, kini bertambah menjadi 6 kelurahan. Kelurahan Palangka, Tanjung Pinang, Kameloh Baru, Petuk Katimpun, Bukit Tunggal dan Pahandut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, banjir kiriman sudah terjadi sejak akhir pekan lalu dan terus meluas hingga Minggu (11/9) malam. Saat ini ada 6 kelurahan yang terdampak.
“Berdasarkan data terakhir, Minggu kemarin, di Kelurahan Palangka air sudah naik sekitar 33 cm. Jalan sekitar permukiman masyarakat sudah mulai terendam air. Meski demikian, aktivitas masih normal,” kata Emi, Senin (12/9/2022).
Emi menjelaskan, di kelurahan lainnya seperti Petuk Ketimpun dan Bukit Tunggal saat ini kondisi air mengalami kenaikan sekitar 15 cm. Khusus di wilayah Bukit Tunggal, sebagian rumah masyarakat sudah mulai terendam.
Sementara di Kelurahan Pahandut, kondisi air mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 35 cm. Kemudian di Kelurahan Tanjung Pinang, air mengalami kenaikan sekitar 20 cm dan di Kelurahan Kameloh Baru air mengalami kenaikan sekitar 10 cm.
Hingga saat ini, data di BPBD untuk jumlah masyarakat yang terdampak banjir baru tercatat di Kelurahan Bukit Tunggal. Sebanyak 105 jiwa dari 28 Kepala Keluarga dan 2 RT terdampak banjir. Sedangkan kelurahan lainnya belum tercatat.
“Untuk bantuan, sementara ini dari Bapak Wali Kota yang rencananya dalam waktu dekat akan meninjau lokasi banjir, sambil membawa buah tangan bagi masyarakat terdampak. Untuk bantuan secara resmi, belum ada,” pungkas Emi.
Ribuan KK Terdampak Banjir
Camat Kolam Nahwani mengatakan, banjir yang menerjang Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) hampir satu minggu ini, banjir bukan saja merendam pemukiman penduduk, tetapi juga merendam fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa.
“Ada dua Desa yang saat ini sulit dijangkau melalui jalan darat, yakni desa Kondang dan Rungun, karena akses ke desa itu terendam banjir, termasuk fasilitas umum di desa Kondang juga terdampak banjir, karena kondisi desa Kondang berada di dataran rendah, sehingga luapan air sungai pun meratakan pemukiman penduduk dan fasilitas umum,” kata Camat Kolam, Nahwani kepada Tabengan, Senin (12/9) malam melalui telepon seluler.
Nahwani juga merincikan, wilayah Kecamatan Kolam yang terdampak banjir meliputi Kelurahan Kotawaringin Hulu dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 120, Kelurahan Kotawaringin Hilir sevanyak 350 KK, Desa Rungun 400 KK, Kondang 150 KK dan desa Lalang sebanyak 10 KK, dengan total semuanya 1030 KK.
“Untuk bantuan dari pemerintah daerah belum ada masuk untuk masyarakat yang terdampak banjir, tetapi datanya sudah diminta oleh BPBD Kobar, dan informasi yang kami dapat, besok ada bantuan dari pihak perusahaan, tetapi kami belum mengetahui berapa jumlahnya dan mau di salurkan ke mana saja,” ujar Nahwani.
Mengungsi ke Kantor Desa
Sementara itu di Kotim, akibat rumah terendam banjir, beberapa warga yang berada di Desa Bajarau, di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terpaksa harus mengungsi di kantor desa setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel mengatakan, ada sekitar 6 kepala keluarga (KK) mengungsi ke kantor desa lantaran rumah mereka direndam banjir.
Demi meringankan beban para pengungsi tersebut, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako obat-obatan untuk kebutuhan mereka yang terpaksa mandek dalam pekerjaan.
Menurut Rihel, selain Desa Bajarau, banjir juga melanda beberapa desa lainnnya di kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, dan Kota Besi.
“Kemungkinan ini wilayah terdampak banjir bisa bertambah. Karena kalau dilihat siklusnya, setiap musim hujan melanda Kotim,” pungkasnya. RGB/C-ULI/PRS











