Kotawaringin Barat

Miris, Pembagian Beras Korban Banjir Hanya 4 Kg Beras

29
×

Miris, Pembagian Beras Korban Banjir Hanya 4 Kg Beras

Sebarkan artikel ini
Kondisi banjir di wilayah Kobar 

*12 Ha Lahan Pertanian Terendam Banjir

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Akibat banjir yang melanda desa Kumpai Batu Bawah (KBB) Kecamatan Arut Selatan, 12 hektare lahan pertanian milik masyarakat tidak bisa diselamatkan, di tengah keprihatinan akibat banjir dan gagal panen, bantuan beras dari pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat hanya 4 kg/kepala keluarga.

Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Bambang Silih Warno mengatakan, banjir kali ini sangat besar dari banjir sebelumnya, bahkan warga desa yang bermata pencaharian sebagai petani harus elus dada, pasalnya tanamannya tidak bsia diselamatkan.

“Kami ini terus terang saja bingung membagikan bantuan beras yang kami terima hanya 3 ton, sementara total kepala keluarga yang terdampak sebanyak 728 kepala keluarga, sehingga kami putuskan untuk setiap kepala keluarga mendapatkan 4 kg saja. Padahal saat ini di tengah banjir dan gagal panen, bantuan sembako sangat dibutuhkan,” kata Bambang Silih Warno kepada Tabengan, Rabu (21/9/2022).

Menurut Bambang, saat banjir datang warga desa yang bercocok tanam seperti tanaman sawi, daun bawang, cabe, tomat, tidak sempat di selamatkan lagi, sehingga warga pun mengalami kerugian yang begitu besar  hampir semua lahan pertanian di desa Kumpai Batu Bawah ini terendam banjir.

“Saat ini akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) semua harga mengalami kenaikan, masyarakat pun mengalami gagal panen akibat banjir, hal ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, kami saat ini belum mengajukan bantuan bibit tanaman tetapi bantuan sembako yang sesuai dengan jumlah warga yang terdampak banjir,” ujar Bambang.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Martoqi menjelaskan, saat ini wilayah yang terdampak banjir tinggal di 4  Kecamatan, yakni Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan, Kotawaringin Lama dan Kecamatan Kumai. Sementara untuk kecamatan Pangkalan Banteng sudah hijau atau sudah surut.

“Kondisi banjir saat tinggal di 4 Kecamatan saja, dan debit air masih  tetap belum ada penurunan, mengingat curah hujan masih terjadi tiap hari, namun demikian untuk Kecamatan Pangkalan Banteng tepatnya di desa Sungai Hijau sudah surut,” ujar Martogi.c-uli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *