Kotawaringin Barat

Banjir Kobar Makin Parah,GOR Gelora Remaja Pusat Pengungsian 2 Desa Di Arsel 

17
×

Banjir Kobar Makin Parah,GOR Gelora Remaja Pusat Pengungsian 2 Desa Di Arsel 

Sebarkan artikel ini
Banjir Kobar Makin Parah,GOR Gelora Remaja Pusat Pengungsian 2 Desa Di Arsel 

Banjir Kobar Makin Parah,GOR Gelora Remaja Pusat Pengungsian 2 Desa Di Arsel 

Masyarakat korban banjir desa Kumpai Batu Bawah dan desa Tanjung Trantang Kecamatan Arut Selatan, sejak Jumat (22/10) mulai dievakuasi untuk mengungsi ke Gelanggang Olahraga (GOR) Gelora Remaja desa Kumpai Batu Atas.

Banjir Kobar Makin Parah,GOR Gelora Remaja Pusat Pengungsian 2 Desa Di Arsel 
Evakuasi korban bankor

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Masyarakat yang terdampak banjir di desa Kumpai Batu Bawah (KBB) dan desa Tanjung Trantang Kecamatan Arut Selatan, sejak Jumat (22/10) mulai dievakuasi untuk mengungsi ke Gelanggang Olahraga (GOR) Gelora Remaja desa Kumpai Batu Atas.

Kepala Desa Kumpai Batu Atas Sarianto mengatakan, hingga Sabtu (23/10) siang, jumlah pengungsi yang sudah menempati GOR Gelora Remaja Desa Kumpai Batu Atas (KBA) sebanyak 289 orang, angka itu akan bertambah lagi, mengingat saat ini hampir seluruh masyarakat desa yang terdampak banjir di desa Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Trantang, secara bertahap mulai dievakuasi.

“Ini bisa bertambah lagi bu, sebab ada 4 truk tengah menjemput warga yang saat ini masih di rumah masing masing, awalnya memang warga desa Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Trantang menolak untuk dievakuasi, tetapi karena saat ini banjirnya terus bertambah dan aliran listrik sudah dipadamkan oleh PLN, sehingga warga pun menyetujui untuk di evakuasi, ” ujar Kepala Desa Kumpai Batu Atas Sarianto kepada Tabengan, Sabtu (222/10) di GOR Gelora Remaja.

Sarianto juga menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi, telah disiapkan dapur umum di sekitar GOR tersebut, dimana pihak desa Kumpai Batu Atas mengerahkan warganya untuk gotong royong di dapur umum.

“Untuk fasilitas lainnya seperti kamar mandi dan toilet ada tersedia 8 buah, gedung ini mampu menampung kurang lebih 600 pengungsi, dan di sini juga ada petugas kesehatan, yang 24 jam siap melayani keluhan para pengungsi, dan kebetulan juga dari pengungsi ada 6 orang yang sakit karena faktor usia,” kata Sarianto.

Sarianto juga menambahkan, kebutuhan akan air bersih telah di suplai oleh PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun sehingga para pengungsi tetap mendapatkan menikmati air bersih yang telah tersedia di beberapa tandon.

“Alhamdulillah untuk kebutuhan makanan para pengungsi, kami juga menerima bantuan sembako dari para donatur, bantuan ini akan kami kelola dengan baik, karena ini merupakan amanah bagi masyarakat yang saat ini mengungsi di desa kami,” imbuh Sarianto.

Pantauan Tabengan di tempat pengungsian desa Kumpai Batu Atas, tepat pukul 11.30 wib,, unit resque milik Damkar Kobar terus berdatangan mengangkut pengungsi dari Desa Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Trantang.  Para pengungsi nampak hanya membawa tas yang berisikan pakaian saja.

Seperti yang ditututkan ibu Darmi asal Desa Tanjung Trantang, dirinya besana keluarga terpaksa mengungsi karena air makin dalam, untuk di dalam rumah, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, dan itu terus bertambah mengingat hujan terus turun.

Sementara, pantauan Tabengan di tempat pengungsian, nampak sampah dari sisa makanan dan plastik menumpuk di depan GOR sehingga menimbulkan Kerumunan lalat, belum lagi udara di dalam GOR bau pengap meski ventilasi udara banyak namun karena banyaknya para pengungsi yang mengindahkan kebersihan, sehingga menyebabkan bau yang kurang sedap. Tentunya hal ini tidak baik bagi kesehatan, mengingat dari para pengungsi banyak anak anak dan lansia. (yulia)