
KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas buka sekaligus sebagai pemateri Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka.
Kegiatan ini dilaksanakan Dalam Rangka Menyambut Hari Guru Nasional Ke-77, di salah satu Swalayan di Kapuas dengan Tema “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”.
“Atasnama Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Kapuas (IGTKI),” jelas H.Suwarno Muriat, Sabtu (23/10/2022) kemarin, usai membuka kegiatan .
Dengan dilaksankannya Sosialisasi, sekaligus juga Workshop, para guru yang ada di 17 Kecamatan Kapuas dapat memahami tertantang Kurikulum Belajar Merdeka, terlebih dengan jumlah peserta mencapai 302 orang, ini luar biasa.
“Hal ini juga tidak lepas dari, terbukanya pemahaman tentang pilosofi Pembalajaran yang baru,” tambah Suwarno.
Dengan demikian bisa melakukan pembelajaran yang baik disekolah, sesuai dengan felosopi, dengan tujuan utama adalah peserta didik.
“Pembelajaran merdeka dimaksud, memberikan kebebasan kepada guru untuk menentukan pembelajaran, namun tetap didasari profil Pancasila, guru bisa menentukan mana yang prioritas dan mana yang tidak.” tegas Suwarno.
Ditempat yang sama, Ketua IGTKI Kapuas Arie S.Pd.didampingi Ketua Panitia Pelaksana Noorhayati, SPd AUD dan .Dr Hj Riaswati Zhauhari mengatakan latar belakang kegiatan ini didasari pada masa pendemi covid-19, banyak pembelajaran yang tidak terselenggara.
Guna mengembalikan kualitas Pendidikan, IGTKI kembali melaksanakan Korikulum Merdeka, yang mana sesuai dengan arahan Keminbudrestik.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan antara lain, dengan meningkatkan kompetensi guru TK se-kabupaten Kapuas.” terangnya.
Merdeka belajar di PAUD adalah merdeka bermain, belajar anak-anak lebih kepada bermain, saat pembembelajaran, guru lebih berpusat pada anak, sesuai dengan, minat, dan karakter anak.
Salah seorang peserta, Ismi, menyambut baik kegiatan dilaksanakan IGTKI Kabupaten Kapuas, menyampaikan terima kasih.
“Kami rindu kegiatan seperti, karena dapat membuka wawasan pembelajaran baru untuk menerpan kepada anak didik,” tutupnya.(HR)











