PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pendataan Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regsosek) 2022 ke seluruh keluarga di Kalteng. Dimulai sejak 14 Oktober lalu, pendataan direncanakan hingga 15 November mendatang.
Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro mengatakan, tujuan Regsosek agar pemerintah memiliki database terkait kesejahteraan sosial menjadi satu data Indonesia. Nantinya data tersebut akan digunakan pemerintah ke berbagai program melalui Bappenas.
“Data ini nantinya bisa dipakai oleh pemerintah daerah maupun instansi lain dalam menyalurkan program mereka,” katanya, Rabu (26/10).
Untuk Kalteng, sebutnya, ada 898.631 keluarga yang akan didata untuk Regsosek. Satuan keluarga diambil mengingat sejumlah program yang dilakukan pemerintah lebih bersifat kepada keluarga.
“Kita optimis menyelesaikan seluruh pendataan kepada keluarga di Kalimantan Tengah. Sejauh ini pendataan berlangsung sudah berkisar 30 persen. Kita kerahkan 5.033 petugas pendataan di seluruh wilayah Kalteng,” sebutnya.
Eko menuturkan, sejumlah kendala memang dihadapi dalam melakukan pendataan. Seperti masalah anggaran yang berlangsung pada akhir tahun, kemudian masalah cuaca yang kini kurang bersahabat.
Sejumlah kabupaten di Kalteng kini mengalami musibah banjir yang menyebabkan petugas di lapangan harus lebih ekstra keras melakukan kunjungan.
“Kami komitmen dalam menyelesaikan ini berkat militansi petugas di lapangan,” terangnya.
Sementara itu, anggota DPR RI Willy M Yoseph menyambut baik program Regsosek yang dilaksanakan BPS Kalteng. Regsosek sangat penting karena banyak sekali masyarakat yang seyogyanya mendapatkan subsidi dari Negara, namun tidak menerima.
“Tentunya saya menyambut baik seiringan dengan fungsi di Komisi VII DPR RI masalah energi. Dimana saat ini kami memiliki program penyambungan listrik bagi warga tidak mampu,” urainya selepas melaksanakan pendataan Regsosek. fwa











