PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IC – Virus Covid-19 varian XXB sudah masuk Indonesia. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan belum ada laporan penemuan terkait dengan varian baru tersebut di Bumi Tambun Bungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Riza Syahputra menyampaikan, apabila ada kasusnya, mekanismenya rumah sakit yang menangani Covid-19 di Kalteng, RSUD dr Doris Sylvanus, Rumah Sakit Murjani Sampit, Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun akan melaporkan ke Dinas Kesehatan.
“Kalau ada varian yang aneh, tahu gejala yang aneh, biasanya mereka mengirimkan sampel ke Dinkes Provinsi kemudian kami lanjutkan kirim ke Balitbang Kemenkes RI. Tapi memang sampai ini kami belum menerima informasi. Saya sudah meminta staf saya untuk memantau itu, rumah sakit ditanyai apakah ada varian baru atau tidak, nanti kalau agak aneh, di luar virus Covid terdahulu itu, dia pasti kirim sampel sama kami dan kami akan lanjutkan ke Kemenkes,” kata Riza, Minggu (30/10).
Menurut Riza, adanya varian varu, terlepas dari virus yang asal, dari teori virus yang pernah pelajari dari sekolah kedokteran, awalnya memang virus sangat ganas, kemudian lambat laun akan bermutasi dan ada dua kemungkinan bisa lemah atau tambah kuat.
Namun, lanjut Riza, biasanya yang sudah diketahui berasama, dari varian Covid-19, varian Delta paling kuat, kemudian Omicron tidak mematikan tetapi penyebarannya cepat daripada Delta, kemudian muncul lagi XXB. Riza yakini dari ahli bahwa virus varian baru ini kemungkinan melemah karena kekebalan kelompok sudah terbentuk setelah adanya vaksinasi.
Dinas Kesehatan masih terus mengejar capaian target vaksinasi, namun kendalanya saat ini stok vaksin kosong bahkan di seluruh Indonesia. Dari Provinsi Maluku Utara beberapa waktu lalu merelokasikan vaksin ke Kalteng dan sudah disebarkan ke Kotim dan Palangka Raya. Informasi yang diterima kemungkinan vaksinnya ada pada November nanti untuk mengejar target vaksinasi booster 70 persen.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, menyikapi adanya varian baru Covid-19, selama masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan baik dan mengikuti anjuran untuk vaksin, itu akan menghindari dari keparahan dan kematian.
“Jangan lengah dan tetap waspada. Jadi imbauan masyarakat berpartisipasi dengan pemerintah bersama-sama mencegah dan mengendalikan dampak yang lebih besar karena kenyataannya pandemi Covid ini masih ada,” kata Rini.
Dari pedoman pencegahan Covid-19 dan evaluasi Kemenkes beberapa hari lalu, masih ada beberapa yang perlu kita tingkatkan, salah satunya adalah kewajiban testing pada seluruh kasus influenza di semua fasilitas kesehatan.
Namun, lanjut Rini, dalam hal ini banyak masyarakat yang menolak. Itu juga merupakan salah satu strategi kewaspadaan dini agar pemerintah dapat menyusun strategi pengendalian dan pencegahan Covid-19. yml











