PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Dalam rangka menjaga infrastruktur jalan agar tetap fungsional, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat, mulai memperbaiki jalan yang rusak akibat bencana banjir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kobar Herto mengatakan, untuk wilayah dalam kota Pangkalan Bun, jalan yang rusak akibat banjir terjadi di Jalan GM Arsyad dengan menggunakan Petchingan Di Jl. GM Arsyad
“Pada saat banjir kurang lebih 3 minggu yang menggenangi Kota Pangkalan Bun meninggalkan kerusakan jalan. Jalan dalam kota hingga ke sejumkah desa, Maka setelah banjir surut, kami langsung melakukan monitoring dan memetakan titik jalan yang rusak. Setelah kita langsung melakukan perbaikan jalan,” kata Herto.
Menurutnya, perbaikan jalan dilakukan bukan karena lokasinya yang ada di tengah kota. Namun ini dilakukan percepatan perbaikan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional.
“Justru jika kerusakan jakan dibiarkan, malah rusaknya lebih parah dan bisa memakan biaya yang lebih besar. Maka kita cepat perbaiki karena kerusakanya kecil-kecil,” ujarnya.
Tidak hanya di jalan GM Arsyad saja, namun saat ini tim juga tengah memetakan jerusakan di jalan utama dari Desa Kumpai Batu Bahwah hingga Desa Tanjung Terantang yang panjangnya 12 Kilometer.
“Perbaikan kerusakan pasca banjir juga kita lakukan di sana. Supaya jalan utama itu tetap terjaga kondisinya dan meminimalisir kerusakan yang terjadi,” bebernya.
Herto juga menambahkan, Dinas PUPR Kobar bukan terfokus perbaikan jalan di dalam kota saja, bahkan perbaikan jalan rusak akibat banjir di beberapa Kecamatan di Kobar, menjadi prioritas sebab hal itu dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
“Secara keseluruhan total jalan yang rusak akibat banjir mencapai 57,06 Km, tentunya jika mengandalkan APBD Kobar saja akan memakan waktu yang lama dalam perbaikannya, akan tetapi kami pun melakukan koordinasi hingga ke Kementerian PUPR, agar seluruh jalan rusak akibat banjir bisa fungsional kembali,” ujar Herto.
Selain itu juga Lanjut Herto, penanganan kerusakan jalan ini bisa ditangani secara konsorsium mauoun ditangani melalui pola lain. Sehingga kerusakan jalan ini bisa cepat dilakukan agar tak menjadi kendala bagi masyarakat. (yulia)











